Destination of The Month

Baluran

East Java

Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur, merupakan miniatur segala jenis hutan dan vegetasi Indonesia. Baluran mempunyai hutan musim, hutan hujan, mangrove, savannah (sabana), pantai, gunung, sungai, bahkan terumbu karang.

read more

Multiplier Effects dalam Industri Pariwisata

Sebagai industri dengan jalinan yang kompleks, pariwisata memiliki banyak keterkaitan dan pengaruh terhadap sektor bisnis lainnya. Lalu, bagaimana pariwisata memberikan efek pada berbagai aspek kehidupan manusia?

Oleh Roni Khoiron 

Menurut Glasson (1990) multiplier effects adalah suatu kegiatan yang dapat memacu timbulnya kegiatan lain. Berdasarkan teori ini dapat dijelaskan bahwa industri pariwisata akan menggerakkan industri-industri lain sebagai pendukungnya. Komponen utama industri pariwisata adalah daya tarik wisata berupa destinasi dan atraksi wisata, perhotelan, restoran dan transportasi lokal. Sementara komponen pendukungnya, mencakup industri-industri dalam bidang transportasi, makanan dan minuman, perbankan, atau bahkan manufaktur. Semuanya dapat dipacu dari industri pariwisata.

Menurut Harry G. Clement, (Yoeti, 2008: 249) setelah wisatawan datang pada suatu negara atau destinasi, mereka pasti akan membelanjakan uang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya selama mereka tinggal di negara atau destinasi tersebut. Uang yang dibelanjakan wisatawan itu, setelah dibelanjakan tidak pernah berhenti beredar, akan tetapi berpindah dari satu tangan ke tangan orang lain atau dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Setelah melalui beberapa kali transaksi dalam periode satu tahun, baru akan berhenti dari peredarannya bila uang itu tidak lagi memberi pengaruh terhadap perekonomian negara atau destinasi yang dikunjungi.

Contoh konkritnya seperti ini, seorang wisatawan mengunjungi sebuah destinasi. Awalnya dia tentu akan membeli tiket perjalanan untuk sarana transportasi bisa berupa pesawat, kereta api, kapal laut atau bus. Di sini industri transportasi terpacu dari pembelian tiket tersebut. Kemudian ketika sampai di destinasi, wisatawan tentu membutuhkan hotel untuk tinggal sementara, makan dan minum atau bahkan mungkin membeli cinderamata. Transaksi yang dilakukan oleh wisatawan akan membuat perputaran uang di daerah destinasi meningkat. Uang hasil transaksi dari wisatawan, oleh pihak hotel dan restoran digunakan untuk membayar pajak, pegawai dan membeli bahan baku kemudian uang yang diterima oleh pegawai akan digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari dan begitu seterusnya. Perputaran yang yang meningkat di suatu daerah menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang bagus. Begitulah proses multipier effects yang terjadi di industri pariwisata. Kedatangan wisatawan secara tidak langsung maupun langsung akan menggerakan roda perekonomian di daerah destinasi. Uang yang mereka bawa adalah uang baru dalam perputaran uang di daerah tersebut. Kurang lebih selama satu tahun baru uang tersebut akan perlahan-lahan berkurang atau bahkan menghilang dari peredarannya karena mengalami kebocoran atau leakage. Kebocoran terjadi jika uang hasil transaksi dari wisatawan digunakan oleh pihak hotel atau restoran untuk mengimpor bahan baku, membayar pegawai asing atau disimpan dalam bank. Saat menghilang dari peredarannya, uang tersebut sudah tidak memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah destinasi. Dalam skala nasional, impor bahan baku, outbond tourist (wisatawan dalam negeri yang berlibur ke luar negeri), investasi luar negeri, dan memperkerjakan karyawan asing adalah beberapa kebocoran dalam multiplier effects.

Multiplier effects juga bisa digunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan industri pariwisata. Secara sederhana ukuran keberhasilan dihitung dari besar pengaruh uang yang dibelanjakan wisatawan terhadap perekonomian suatu negara atau destinasi. Besarnya pengaruh uang tersebut dinotasikan sebagai “coefficient of multiplier effects”(K). Semakin besar nilai K menunjukan bahwa perkembangan industri pariwisata juga semakin bagus. Nilai K juga dipengaruhi oleh kebocoran multiplier effects, meskipun banyak uang dibelanjakan oleh wisatawan, tapi jika kebocorannya juga besar maka nilai K akan mengecil. Besarnya nilai K juga bisa digunakan untuk menghitung besarnya pendapatan nasional dari sektor pariwisata.

Comments  

 
#3 syahjuddin khan 2014-03-22 22:23
Multiplier effects memang bisa di uaraikan dengan banyak macam tergantung kontek yg d sdng berkmbang itu apa,,? ,,,yang penting ,,substansi dari teori itu adalah dapat mempengaruhi variabel tetap, sehinggah variabel tetap itu berubah yg dpt mnghasilkan variabel baru,,,kurang lebih sperti yg di utrakan di atas pada situs pariwisata,,dan tentu memicu aktivitas ekonomi sekitar....
 
 
#2 JW 2013-02-12 03:19
Terimaksih koreksinya, yang betul memang Multiplier Effect.
 
 
#1 el 2013-01-01 08:56
Mohon pencerahan boss, apakah tidak salah ketik ya?

Multiflier effects?

Setahu saya, "Multiplier Effects" yang dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi "Dampak Multiganda".

CMIIW
 
  • Best Hotels

  • Popular Places

  • Food Lover

  • Desa Wisata

 
 
 
 
 
 
 
 
You are here: Home Tourism Studies Tourism in General Multiplier Effects dalam Industri Pariwisata

Newsletter

Subcribe
1067793
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
207
421
1910
886362
8802
19042