Sepuluh +1 Tempat yang Harus Kamu Kunjungi di Alor

Bagi banyak petualang dan pegiat jalan-jalan, keindahan alam Alor di Provinsi Nusa Tenggara Timur, terutama panorama pantai dan bawah lautnya, memang bukanlah hal baru. Sebagian dari kamu, mungkin pernah mampir sejenak. Dan saya tahu, siapa pun yang pernah ke sana, pasti tak bisa menolak hasrat kembali berkunjung untuk yang kedua atau kesekian kalinya. Tapi, pasti ada juga di antara kamu yang belum sempat ke sana dan sedang menabung atau merencanakan pergi suatu saat nanti.

Saya mau bilang bahwa perjalanan menelusuri keindahan Alor itu seperti tak ada habisnya. Dan untuk menikmati berbagi tempat di sana, wisatawan juga harus berhadapan dengan keterbatasan infrastruktur. Namun, bukankah itu artinya sesuatu yang semakin memikat? Tak banyak wisatawan dan kamu bisa merasakan sensasi berbaring di atas pasir putih selembut tepung sambil menikmati birunya laut dan debur ombak seorang diri.

Beberapa waktu lalu, saya bersama teman-teman Jejakwisata.com mengeksplorasi sejumlah titik yang telah ramai wisatawan maupun yang tampaknya masih tersembunyi dari sorotan turis-turis domestik dan mancenagara. Berikut ini, kami sajikan sepuluh +1 lokasi yang harus kamu pastikan untuk disinggahi selama berada di Alor!

Sup Ikan Kuah Asam

10+1 Destinasi

1. Pantai Ampera

Lokasinya di Alor Kecil. Sehari-hari, Pantai Ampera berfungsi sebagai labuhan kapal nelayan dan belum ada pembangunan infrastruktur. Di sekitar pantai pun hanya terdapat kampung nelayan dan kebun-kebun kenari. Untuk masuk ke pantai, kamu bisa melewati jalan setapak yang berada persis di sebelah jalan utama yang dilalui angkutan umum kecil (dalam waktu dan jumlah yang terbatas) menerobos kebun dan dan berucap permisi dengan warga. Kondisi pantai yang berpasir putih, landai, dan gelombang yang tak kencang, membuat pantai ini jadi tempat asyik untuk sekadar bermalas-malasan. Kamu bisa menghabiskan pagi atau sore hari menikmati aktivitas nelayan, panorama laut dan bukit-bukit, atau jogging di pantai. Tapi, ingat, jika hari menjelang senja, jangan sampai kemalaman. Angkutan umum hanya ada sampai jam enam sore dan tak ada lampu di sekitar pantai.

2. Pantai Sebanjar

Pemandangan berakhirnya hari di Alor, begitu indah untuk dilihat dari Pantai Sebanjar di Alor Besar (dekat dan sejajar dengan dermaga di Pantai Makassar). Ini salah satu tempat terbaik menyaksikan sunset persis di garis cakrawala. Belum ada pembangunan fisik apa-apa di Sebanjar, jadi pastikan kamu membawa sendiri kendaraan dan perbekalan jika ingin menyaksikan matahari terbenam. Tentu saja, selain akan sulit menemukan tempat untuk sekadar snacking, angkutan umum pun sangat terbatas. Oiya, Sebanjar juga menjadi salah satu lokasi diving (selam) dengan kondisi karang yang sangat baik.

Pantai Sebanjar

3. Pantai Mali

Pantai Mali adalah lokasi wisata pantai yang populer di Alor. Letaknya berada di Kawasan Wisata Mali - persis di sebelah Bandara Mali. Di sini, wisatawan lokal dan wisatawan keluarga biasanya menghabiskan akhir pekan. Meski pada Sabtu atau Minggu pantai begitu ramai, tapi ini menjadi lokasi yang menyenangkan bagi wisatawan untuk punya kesempatan berinteraksi dengan masyarakat Alor.

4. Pantai Deere

Secara personal, ini adalah lokasi paling favorit bagi saya di Alor. Lokasi terletak di Desa Deere. Jadi untuk masuk ke pantai, kamu akan melewati rumah-rumah warga. Bersikap dan berpakaianlah dengan sopan karena kamu perlu berucap permisi. Pantai Deere adalah halaman belakang warga Desa Deere. Ketika saya datang, tak ada sama sekali turis di pantai yang berpasir sehalus tepung. Tak ada sampah dan tak ada fasilitas apa pun. Pantai Deere betul-betul tampak selayaknya lokasi yang begitu indah sekaligus menenangkan.

Pantai Deere

5. Pantai Ilowe

Pantai Ilowe juga bertetangga dengan bandara dan berada persis sebelum Pantai Deere (jika kamu berjalan dari Mali). Umumnya, pantai ini tak didatangi wisatawan dan dimanfaatkan warga untuk melabuhkan kapal. Tetapi, panorama dari atas bukit pantai, menawarkan sesuatu yang unik. Dan pemandangan pantai dengan jejeran kapal dan nelayan tradisional, merupakan hal yang menarik untuk bisa dieksplorasi. Setidaknya, bagi saya yang gemar menghabiskan waktu dengan berbincang dengan masyarakat.

6. Pantai Batu Putih

Berada di Desa Alila, Pantai Batu Putih, seperti namanya, memberikan nuansa pantai berpasir putih. Airnya luar biasa bening dan pada siang hari menyajikan warna kristal toska yang mengagumkan. Lokasi pantai yang menyatu dengan desa, membuat pantai ini kian menarik. Pada sore hari, anak-anak sekitar desa biasanya tengah asyik bermain di sekitar pantai. Dan karena belum ada pembangunan infrastruktur yang memadai di pantai, kamu dapat izin meminjam fasilitas toilet warga sekitar yang sangat ramah.

Pantai Batu Putih

7. Pantai Palibo

Oiya, kalau kamu datang dengan keluarga, selain Pantai Mali, Pantai Palibo adalah pilihan terbaik. Lokasinya pun berada di sebelah Pantai Mali dan memiliki sarana rekreasi keluarga atau wisata pantai yang cukup memadai. Atau kalau kamu sekadar ingin mencari tempat makan dan bergaul dengan pemuda setempat, silakan mampir ke kawasan pantai yang berjarak sekitar 200 meter dari jalan utama.

8. Pantai Maimol

Dan di samping Palibo, kamu juga akan menemui pantai lain, yaitu Pantai Maimol yang dimiliki secara pribadi dan pula dikembangkan sebagai tempat wisata keluarga. Di tempat ini juga terdapat penginapan jika kamu ingin menikmati tinggal di sekitar pantai di dekat kota.

9. Pulau Kepa & Sekitarnya

Berada di seberang Dermaga Pantai Makassar di daratan utama di Alor Kecil, Pulau Kepa ada tujuan favorit bagi banyak wisatawan asing yang mengunjungi Alor. Di sanalah terdapat sebuah resort eksklusif yang dimiliki dan dikelola orang asing. Namanya Lopo Lopo. Tetapi selain itu, hal penting yang harus kamu telusuri, tentu bukan saja Pulau Kepa, melainkan perairan di sekitarnya. Di sanalah titik terbaik untuk melakukan wisata selam, baik snorkeling (selam permukaan laut) maupun diving. Dan untuk melakukan itu, kamu harus ditemani pemandu dan bisa membeli paket wisata yang dikelola oleh warga lokal. Perairan Kepa memang relatif tenang, tapi arus bisa seketika muncul. Perairan tersebut merupakan pertemuan antara air dingin dan hangat dan tentu saja dalam. Masyarakat sekitar punya dongeng tentang keberadaan “manusia laut” berwujud separuh ikan dan separuh manusia. Dan yang paling ditunggu-tunggu, jika kamu sedang beruntung, adalah kemunculan kelompok lumba-lumba. Oiya, paket wisata selam dan island hopping di sekitar Pulau Kepa dapat kamu jangkau dari harga sekitar Rp 200 ribu per kapal untuk setengah hari. Harga dan rincian aktivitasnya bisa kamu negosiasikan langsung dengan pemandu setempat.

Pulau Kepa

10. Kampung Adat Takpala

Jangan sampai melewatkan tempat yang satu ini ketika mengunjungi Alor. Yakni, Kampung Adat Takpala di Desa Lembur Barat. Lokasinya persis di atas bukit. Tentu saja, tak ada akses angkutan umum untuk ke sana. Saya tak ingin bilang bahwa kampung adat itu adalah tempat berwisata. Tetapi, di sanalah siapa pun diterima sebagai tamu yang ingin mengenal atau belajar tentang kehidupan masyarakat adat di Alor. Jadi pastikan kamu mengenakan pakaian dan menjaga sikap yang sopan dan sewajarnya ketika bertamu. Begitu tiba, saya tidak menyarankan kamu untuk berkeliling kampung. Terlebih dahulu kamu harus melapor kepada perwakilan lembaga adat di Kampung Takpala dan kamu akan ditemani pemandu yang akan mengantar melihat-lihat kampung dan menjelaskan banyak hal tentang sejarah dan tradisi Takpala. Tak hanya arsitektur rumah adat yang terbuat kayu dan jerami tanpa paku saja yang bisa dipelajari, melainkan kebun-kebun organik dan berbagai situs di dalam kampung.

Kampung Adat Takpala

+1 Pasar Kedelang

Selain kesepuluh tempat di atas, saya mau beri tambahan tempat yang menurut saya sangat penting dimampiri, yaitu Pasar Kedelang. Ya, itu memang adalah pasar tradisional yang berada di Kedelang. Kenapa berkunjung ke pasar? Karena di sanalah kamu bisa menyaksikan keseharian warga Alor. Ada banyak hal-hal unik yang hanya ada di Alor. Kamu juga bisa meluapkan dahaga kamu untuk mencicip berbagai camilan dan makanan khas di Alor, mulai dari kue-kue kecil semacam gula hela (permen terbuat dari campuran gula aren), rambut nenek (terbuat dari tepung beras dan gula aren), dan lain-lain. Ada juga rumah makan kecil yang menyajikan olahan ikan segar dan bumbu asam (tamarin). Dan yang paling penting, di pasar itulah kamu bisa singgah dan membeli kain-kain tenun buatan mama-mama penenun Alor yang menggunakan pewarna alam dari biota laut.

Alor menawarkan banyak keistimewaan. Tetapi, dengan berbagai keterbatasan, bisa jadi liburan ke Alor juga penuh tantangan. Jadi, saya juga mau memberikan pula beberapa tambahan panduan dan tips.