Deprecated: Non-static method JApplicationSite::getMenu() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /home/jejak306/public_html/plugins/content/responsivesocial/responsivesocial.php on line 192

Deprecated: Non-static method JApplicationCms::getMenu() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /home/jejak306/public_html/libraries/cms/application/site.php on line 272

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jejak306/public_html/plugins/content/responsivesocial/responsivesocial.php on line 192

Deprecated: Non-static method JApplicationSite::getMenu() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /home/jejak306/public_html/plugins/content/responsivesocial/responsivesocial.php on line 192

Deprecated: Non-static method JApplicationCms::getMenu() should not be called statically, assuming $this from incompatible context in /home/jejak306/public_html/libraries/cms/application/site.php on line 272

Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/jejak306/public_html/plugins/content/responsivesocial/responsivesocial.php on line 192

Cita Rasa yang Lain dari Bebek Bali

Bukan hal yang asing untuk melekatkan Bali sebagai destinasi favorit untuk menikmati kuliner lezat berupa olahan bebek. Di sana, menu bebek dapat dengan mudah ditemukan di berbagai restoran berkelas hingga warung makan pinggir jalan. Sajian bebek pun dimasak dengan variasi yang beragam, mulai dari betutu (dipanggang dalam sekam), kukus, guling, sampai goreng. Berkat popularitas berbagai olahan bebek itu, kita tahu sebagian gerai bebek khas Bali kini juga bisa disambangi di kota-kota di luar Pulau Dewata.

Tetapi, ada satu olahan bebek istimewa dan tampaknya hanya bisa kita santap selama berada di Bali saja. Ia lain karena dulu hanya dibuat untuk upacara keagamaan tertentu dan menjadi hidangan khusus bagi keluarga kerajaan di Tabanan. Cara memasaknya pun spesial serta membutuhkan waktu dan upaya yang terdengar cukup merepotkan. Bayangkan saja, bebek ini diolah dengan base genep.

Base genep merupakan bumbu dasar Bali yang terdiri dari 15 jenis rempah, mencakup kencur, laos, kunyit, jahe, bawang merah, bawang putih, jeruk limau, sereh, salam, kunyit, cabai, kemiri, dan kombinasi lain berupa daun maupun akar-akaran aromatik yang hanya ada di Bali. Tak semua makanan Bali berbumbu base genep, melainkan sebagian saja yang dibuat pada hari-hari spesial. Salah satu hidangan itu adalah bebek timbungan.

Timbungan” sendiri merupakan bahasa Bali dengan asal kata “timbung” yang berarti bambu. Ya, bebek timbungan memang punya cara pembuatan yang unik melalui serangkaian tahapan sekaligus, yaitu dimasak dengan bambu, lalu dikukus, dan diasap. Mungkin, itu pulalah yang membuat limpahan bumbu-bumbu secara sempurna dapat meresap.

Di Bali, saya untuk pertama kalinya mencicip bebek masak bambu itu di sebuah booth pada ajang Ubud Food Festival (UFF) 2019 di Taman Kuliner, Ubud. Awalnya, saya terkesan dengan bagaimana mereka menyajikan satu set menu bebek timbungan yang didampingi nasi, sayur tumis kacang panjang, dan pilihan tiga jenis sambal. Seluruhnya disajikan dalam potongan bambu dan wadah anyaman daun.

Selain tampilan yang cantik, aromanya pun punya karakter yang kuat. Bumbu base genep - yang diiris dan dirajang halus - telah mengering dan menyatu dengan bebek. Sehingga, cocoklah untuk disantap dengan nasi putih hangat. Dagingnya begitu mudah terlepas dari tulang serta tak kelewat empuk. Buat saya itu penting sebab daging bebek yang terlampau empuk terkadang membuat cita rasanya sebagai bebek, hilang. Dan rasanya luar biasa gurih, terutama pada bagian kulit. Bebek timbungan juga memiliki aroma asap yang kian menggugah selera. Dagingnya tak terlalu berminyak. Tidak terlalu basah atau kering, tapi terasa lembut.

Saya juga ingin memuji sambalnya karena itu memberikan pilihan bagi sebagian orang yang mungkin sulit menyantap sambal matah - seperti saya. Bagi yang tak doyan sambal matah, namun tetap menyukai pedas, bisa memadankannya dengan sambal merah yang diuleg halus.

Seorang staf Bebek Timbungan yang bertugas pada UFF itu, memberi tahu saya kalau mereka sudah membuka sebuah restoran bernama Bebek Timbungan: Balinese Heritage Cuisine sejak November 2018 lalu. Lokasinya tak jauh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai, tepatnya di Pertokoan Sunset One, Jl. Sunset Road Dewa Ruci, Kuta, Badung. Saya pun menyempatkan mampir sebelum pergi meninggalkan Bali.

Ada sensasi yang berbeda ketika menyantapnya di restoran. Nuansa Bali terasa kental. Desain dan dekorasi ruangan yang dihiasi dengan material bambu, punya corak bernuansa alam dan budaya Bali. Pada satu sudut ruangan, pengunjung dapat menemukan display dapur tradisional yang terdapat pada rumah-rumah masyarakat Bali. Di bagian tengah, juga ada alat musik rindik.

Di sana, para pecinta kuliner Bali tak hanya bisa menikmati bebek timbungan, melainkan pula sajian istimewa lainnya, seperti sate lilit dan aneka olahan seafood. Pengunjung dapat memesan satu set menu sesuai porsi yang diinginkan di mana bebek timbungan tersaji bersama beberapa sayur dan pilihan lauk pendamping.

Saya berkenalan dengan staf Bebek Timbungan yang kebetulan sedang ada di restoran. Ialah yang memberi tahu saya nama Head Chef Bebek Timbungan, Ida Bagus Gede Udiana. Ia bilang, resep dan cara pembuatan bebek tersebut punya makna yang lekat secara kultural dan personal dengan sosok Ida Bagus Gede Udiana sebagai juru masak yang punya latar belakang dan keahlian pada kuliner tradisional Bali.

Di restoran, saya juga mencicipi salah satu jajanan pasar khas Bali yang disediakan, yakni klepon. Dan itu jadi pengalaman pertama saya mencicip klepon yang tidak sekadar lembek, melainkan garing di bagian luarnya.

Hal lain yang membuat saya betah berlama-lama nongkrong di Bebek Timbungan, adalah kopi. Secara khusus, restoran tersebut memiliki daftar lengkap kopi robusta dan arabika dari Bali.

Dan itulah yang membuat perjalanan saya di Bali punya pengalaman yang lengkap sekaligus baru. Saya rasa siapa pun juga dapat langsung menikmati cita rasa Bali yang sedap dan komplit di Bebek Timbungan.

***

Bebek Timbungan: Balinese Heritage Cuisine

Pertokokan Sunset One, Jl. Sunset Road Dewa Ruci, Kuta, Kabupaten Badung, Bali

Kontak: (0361) 472 62 57/0811 3800 3222

www.bebektimbungan.co.id