Saturday, 21 June 2014 02:14

Jelajah Kuliner Surabaya

Written by

Berkunjung ke Surabaya rasanya tak lengkap tanpa mencicipi kuliner khasnya. Ibukota Jawa Timur ini memiliki beragam kuliner enak dan unik yang sayang dilewatkan. Beberapa kuliner bahkan sulit ditemukan di tempat lain, kalau pun ada, tentu rasa tidak se-unik dan se-nendang di Surabaya. Kali ini traveler Jejakwisata.com mencoba menelusuri sudut-sudut Kota Surabaya untuk menemukan ragam kulinernya.

Rujak Cingur

Makanan khas Jawa Timur ini sungguh unik dan menantang. Diracik dari campuran aneka sayuran, meliputi cingur sebagai ciri khasnya, lontong, taoge, kangkung, kacang panjang, krai(mentimun khas Surabaya), tempe-tahu goreng, serta buah-buahan, mulai dari nanas, mangga muda (pencit), belimbing, bengkuang, mentimun, dan kedondong. Semua bahan-bahan segar tersebut dicampur dan disiram dengan bumbu rujak. Buat kamu yang belum paham apa itu cingur pada rujak cingur, daging yang terlihat dan terasa kenyal itu merupakan bibir sapi yang telah diolah matang. Sebagai pelengkap, rujak cingur belum afdol tanpa krupuk. Kenikmatan rujak cingur terletak pada bumbu rujaknya yang terbuat dari ulekan kacang goreng, petis udang, cabe, gula merah, dan pisang klutuk mentah.

Kuliner ini unik karena mempunyai rasa yang ramai dari gurih, asam, manis, dan pedas. Kami sebut menantang karena bagi yang belum pernah mencobanya akan merasa aneh ketika melihat tampilan rujak cingur, seperti sayuran dan buah-buahan yang bercampur dengan lumpur. Tapi begitu mencobanya dan merasa cocok, kami jamin pasti ketagihan. Pengolahan cingur yang baik tentu jadi kuncinya, selain bumbu rujak yang sudah pasti legit.

Di Surabaya rujak cingur banyak dijual di kaki lima maupun restoran. Rekomendasi tempat favorit kami bersama teman-teman traveler di Surabaya untuk mencicipi rujak cingur, yaitu Rujak Cingur Achmad Jais  di Jl. Achmad Jais No. 40, Surabaya dan Rujak Cingur Genteng di Jl. Durasim No. 29, Surabaya.

Lontong Balap

Inilah kuliner yang lahir dan besar di Surabaya. Kudapan ini tidak akan enak jika dinikmati di kota lain. Rasanya yang segar memang sangat cocok dengan cuaca Kota Surabaya yang panas. Terdiri atas lontong, tauge yang dimasak setengah matang sehingga teksturnya benar-benar crunchy, tahu goreng, bawang goreng, remasan lentho, dan kuah segar yang dicampur dengan kecap, petis, serta cabe. Lentho merupakan ciri khas dari lontong balap. Lentho terbuat dari kacang tolo atau kadang juga kacang hijau yang dicampur dengan singkong, tepung, dan bumbu-bumbu yang kemudian digoreng kering. Lontong balap lebih nikmat bila disajikan bersama sate kerang dan bumbu petis. Kemudian ditutup dengan minuman es kelapa muda. Hampir semua penjual lontong balap juga menjual sate kerang dan es kelapa muda.

Nama “lontong balap” mempunyai cerita tersendiri dalam sejarah kuliner kota Surabaya. Dahulu para penjual lontong tauge harus berjalan cepat-cepat untuk berebut pembeli di Pasar Wonokromo. Mereka masih menggunakan pikulan untuk membawa daganganya. Dari jalan cepat ini menimbulkan kesan bahwa mereka seolah-olah berpacu atau balapan dengan sesama penjual lainnya. Akhirnya banyak orang menyebutnya sebagai lontong balap. Seperti halnya rujak cingur, lontong balap juga banyak dijual di kaki lima atau restoran. Pilihan kami untuk mencicipi lontong balap di Surabaya, jatuh pada Warung Lontong Balap Garuda Pak Gendut  di Jl. Kranggan, Surabaya dan Warung Lontong Balap Rajawali di Jl. Krembangan Timur No. 32A, Surabaya atau Bebek Sinjay asal Bangkalan, Madura, yang sekarang juga buka banyak cabang di Surabaya.

Semanggi Surabaya

Nah, untuk yang satu ini, mungkin banyak dari kamu masih sangat awam. Tak ada kaitannya, loh, dengan nama jalan protokol di Ibukota. Kuliner ini sangat sederhana. Terbuat dari daun semanggi dan taoge yang disiram dengan bumbu. Dihidangkan bersama krupuk puli dengan menggunakan pincuk daun pisang. Bumbu semanggi terbuat dari rebusan ketela rambat yang dihaluskan bersama bawang putih goreng, gula merah, kacang goreng, dan cabe. Tidak seperti rujak cingur dan lontong balap, semanggi semakin sulit ditemukan di Surabaya. Penjual semanggi biasanya adalah ibu-ibu setengah baya yang berkeliling dari gang ke gang sambil menggendong dagangannya. Semanggi hanya dijual dari pagi sampai menjelang siang.

Semanggi sendiri sebetulnya bukanlah menu utama, tapi lebih ke arah jajanan untuk mengganjal perut setelah makan pagi dan menjelang makan siang. Jika kesulitan menemukan penjual semanggi tradisional, berikut ini rekomendasi kami untuk restoran yang juga menjual semanggi Surabaya: Semanggi Dempo di Jl. Dempo No. 19, Surabaya dan Pujasera Kartikadi Jl. Diponegoro No. 56, Surabaya.

Sate Kelopo Ondomohen

Membicarakan sate kelopo di Surabaya, hampir semua orang akan tertuju pada sate kelopo Ondomohen yang berada di Jl. Walikota Mustajab (dulu bernama  Jl. Ondomohen). Di sini ada satu warung sate kelopo yang sangat terkenal, namanya Sate Kelopo Ondomohen Ibu Asih, tepatnya di Jl. Walikota Mustajab No. 56. “Sementara tidak membuka cabang di manapun,” begitu yang tertulis di spanduknya untuk meyakinkan bahwa jika ada sate kelopo dengan membawa nama “Ibu Asih,” artinya sekedar meniru atau ikut-ikutan. Warungnya kecil dan berada di ujung barat jalan, tapi pengunjungnya tidak pernah sepi. Jam bukanya dari pagi sampai malam antara pukul 06.30 pagi sampai 11.00 malam. Walaupun sebenarnya sate kelopo juga banyak dijual di tempat lain atau bahkan di kota lain selain Surabaya, tapi racikan Ibu Asih ini benar-benar spesial.

Sate kelopo Ondomohen merupakan sate daging sapi atau ayam dan jerohannya yang dibalut dengan parutan kelapa berbumbu, kemudian dibakar di atas bara. Disajikan bersama lontong atau nasi putih. Di atas nasi putih juga terdapat parutan kelapa goreng atau srundeng yang gurih. Rasanya memang enak dan empuk. Bumbunya terasa sampai pada gigitan terakhir dan merasuk ke seluruh potongan daging. Suasana di Jl. Walikota Mustajab yang rindang ini juga menjadi tempat yang nyaman untuk menikmati kuliner ini.

Nasi Udang

Nah, kalau soal nasi udang ala Bu Rudy memang sudah fenomenal. Meskipun banyak pula yang menjual nasi udang di tempat lain atau bahkan di kota lain, tapi kunjungan ke Surabaya tentu tak akan lengkap tanpa menikmati kuliner sajian Bu Rudy. Nasi Udang Bu Rudymerupakan hidangan sepinggan yang terdiri atas udang goreng kering berbalut tepung tipis, kremes atau srundeng bekas remahan udang gorengnya, empal suwir, dan sambal yang khas. Kenikmatan dan keunikan nasi udang ini terletak pada racikan sambalnya. Terbuat dari campuran cabe, bawang putih, dan bawang merah yang ditumbuk kasar dan ditumis dengan minyak yang cukup banyak. Gurih dan pedas!

Di Surabaya awalnya Nasi Udang Bu Rudy hanya ada di Jl. Dharmahusada No. 140, Surabaya, seiring dengan kepopulerannya sejak tahun 2000-an, sekarang sudah membuka cabang di beberapa tempat (Jl. Kupang Indah No. 7 dan Jl. Dharmahusada No. 154, Surabaya), bahkan ada juga di Jakarta. Nasi Udang Bu Rudy juga dikemas untuk oleh-oleh yang bisa bertahan sampai beberapa hari. Namun dikemas tanpa nasi, hanya udang kering, kremes, dan sambalnya saja. Sekarang sambalnya juga bervariasi dari tingkat kepedasan sampai bahan untuk membuatnya. Ada sambal original yang merupakan resep awal, sambal hijau yang terbuat dari cabai hijau, sambal terasi atau bajak, dan masih banyak lagi. Kuliner yang dijual juga banyak, selain nasi udang juga ada nasi campur, nasi bakar dan aneka macam gorengan.

Kupang Lontong

Ini merupakan hidangan pesisir khas Jawa Timur, terutama Kota Surabaya dan Sidoarjo. Bahan utamanya adalah sejenis kerang kecil-kecil yang disebut kupang, dihidangkan bersama lontong, lentho, dan kuah segar. Kuah kupang lontong hampir mirip dengan lontong balap, termasuk campuran petisnya. Seperti halnya lontong balap, kupang lontong juga terasa nikmat dan lengkap jika dipadukan dengan sate kerang dan es kelapa muda. Di Surabaya banyak dijual di warung-warung sepanjang Pantai Ria Kenjeran. Untuk lebih jelasnya bisa melihat ulasan kami sebelumnya tentang kupang lontong secara khusus di sini.

Nasi Rawon Surabaya

Ini adalah salah satu makanan terenak di Indonesia dan beberapa waktu lalu masuk dalam daftar CNN. Rawon adalah sejenis sup daging yang berkuah hitam. Sering disebut nasi rawon karena selalu dihidangkan bersama nasi. Jika tanpa nasi, rasanya tidak lagi nendang. Kuah hitam rawon berasal dari bumbu dasar yang disebut dengan kluwak. Pemilihan kualitas kluwak akan berpengaruh pada kenikmatan rawon. Meskipun merupakan kuliner asli Jawa Timur, rawon juga dikenal oleh masyarakat Jawa Tengah bagian timur, seperti Sragen dan Surakarta, bahkan juga orang Jakarta.

Nah, untuk menikmati sebuah kuliner pasti lebih seru dan enak jika dinikmati di tempat asalnya. Di Surabaya sendiri rawon hampir pasti dijual di setiap restoran seperti halnya soto. Kebanyakan nasi rawon dihidangkan bersama dengan taoge kecil segar, kerupuk udang, telur asin, empal goreng, dan sambal terasi. Beberapa warung kadang ditambah dengan tempe goreng dan labu siam.

Ada beberapa warung nasi rawon di Surabaya yang sudah melegenda karena memiliki nama yang unik walaupun sebenarnya rasanya hampir sama, sama-sama enak. Rawon Setan Mbak Endang di Jl. Embong Malang (seberang Hotel JW Marriot) terkenal karena awalnya hanya buka pada malam hari sama dengan jam yang katanya adalah waktu buat para setan gentayangan. Ada juga Rawon Kalkulator Sedap Malam di sebelah selatan Taman Bungkul Surabaya, yang namanya diambil dari penjualnya yang selalu menghitung tanpa menggunakan kalkulator. Rekomendasi lainnya dari kami, adalah Rawon Nguling di Jl. Kutai Barat No. 34, Sawahan, Surabaya.

Bebek Goreng Surabaya

Bebek goreng adalah hidangan yang umum di Indonesia. Kita bisa menemukan hampir di mana pun. Tapi banyak yang bilang bahwa bebek goreng di Surabaya adalah yang paling lezat dan nendang. Bebeknya gurih dan empuk! Bahkan beberapa orang bilang kalau ke Surabaya belum lengkap tanpa mencicipi bebek gorengnya.

Yang menjadi khas dari bebek goreng ala Surabaya adalah bumbu kuningnya yang kental dan gurih serta taburan kelapa goreng atau srundeng, walaupun tidak semua warung bebek goreng di Surabaya menyajikannya. Ada banyak sekali warung bebek goreng di Surabaya dari yang kelas kaki lima sampai bintang lima dan hebatnya kebanyakan orang bilang hampir semuanya enak-enak. Di sekitar Jalan Kayun banyak penjual nasi bebek yang sayang untuk dilewatkan. Berikut kami sajikan beberapa warung nasi bebek yang truly recommended saat kamu ada di Kota Surabaya, yaitu Bebek Kayu Tangan (BKT) di Jl. Bratang Gede No. 8; Bebek Palupi di Jl. Raya Rungkut Asri dan Jl. Barata Jaya XX No. 110; Bebek H.T. di Jl. Karang Empat Besar No. 24; Bebek Tugu Pahlawan Jl. Tembaan No. 17; dan Bebek H. Slamet di Jl. Kayun 21, Surabaya.

Selamat berburu menjelajah kuliner Surabaya!

Read 22 times