Saturday, 14 April 2012 03:24

Sate Maranggi “Sari Asih” Puncak

Written by

Nusantara kita memang kaya akan makanan sate, dari Sumatera, Jawa, Madura, Bali, hingga kawasan timur Indonesia lainnya, dapat kita temukan berbagai macam sate yang masing-masing memiliki kekhasannya dan berbeda dari daerah satu dengan yang lainnya. Di kawasan Jawa Barat, ada pula hidangan sate lokal yang memiliki cita rasa dan kelezatannya sendiri. Namanya sate maranggi (atau ada juga yang menyebutnya maranggih) yang banyak kita temukan di kawasan pegunungan Jawa Barat, seperti Cisarua, Cibodas, Cipanas, Cianjur dan sekitar destinasi wisata Puncak, Bogor. Seolah tak ada yang berbeda dari tampilannya. Tapi sate maranggi terbuat dari daging sapi yang direndam atau dilumuri dengan bumbu khusus lalu dibakar kering. Tak seperti sate madura yang basah dan manis kecap, sate maranggi memang disajikan tanpa banyak lumuran (bumbu basah) ketika dibakar dan disajikan.

Salah satu rekomendasi untuk mencicipi sate maranggi yang enak dan ramai dikunjungi wisatawan setiap harinya adalah Sate Maranggi Sari Asih di Pacet, lokasinya tepat berada di sebelah kanan pinggir jalan raya utama setelah Puncak menuju Cipanas. Sate Maranggi Sari Asih memiliki dua pilihan sate, yaitu sate campur lemak (Rp 2.000 per tusuk) dan sate daging (Rp 3.000 per tusuk). Sate biasa disajikan dengan ketan bakar (Rp 2.000 per sajian), namun ada juga nasi (Rp 2.000 per bungkus). Yang lain dari sate maranggi di sana adalah penyajian kecap dan kuah tambahan. Jadi, penikmat sate yang menyukai saus basah, terdapat saus kacang dengan cita rasa tauco yang begitu enak ketika dicelup sate. Aroma Sunda begitu terasa begitu menyantap sate maranggi di daerah yang dikenal sebagai pusat peternakan sapi dan juga perkebunan di area dataran tinggi Bogor ini.

Read 74 times