Wednesday, 23 February 2011 04:09

Toko Oen: Cita Rasa Kolonial dari Malang

Written by

 "Welkom in Malang. Toko Oen Die SIinds 1930 Aan De Gasten Gezelligheid Geeft," begitulah sebuah kalimat yang tertulis di atas meja kasir, yang artinya adalah "Selamat datang di Toko Oen yang berdiri sejak tahun 1930".

Toko Oen sendiri adalah sebuah restoran yang telah berdiri sejak 15 tahun sebelum Indonesia merdeka. "A colonial landmark and prominent restaurant" merupakan slogan Toko Oen. Sampai saat ini, apabila Anda berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur, Anda akan melihat bahwa restoran ini masih tetap bertahan dengan desain khasnya, serta begitu ramai dikunjungi wisatawan asing dan domestik. Kebanyakan dari mereka datang  untuk menikmati nostalgia tempo dulu dengan bangunan dan furnitur lama, serta menikmati menu andalan dengan cita rasa ala Belanda: aneka steak dan es krim.

Sangat mudah untuk menemukan Toko Oen karena lokasinya yang cukup strategis, yaitu di ujung jalan Kayutangan, dekat dengan alun-alun yang merupakan pusat kota Malang, tepatnya di sebelah toko buku Gramedia. Bangunannya berwarna hijau tua dan jendelanya besar-besar melengkung nyaris setengah lingkaran dengan gorden putih gading menutupi setengahnya. Interior yang kuno tampak dari kursi, lemari kaca berwarna kuning berisi stoples-stoples lama, serta radio besar di pojok ruangan. Semua furnitur antik yang ada  di sini, telah ada sejak restoran ini pertama kali berdiri. Selain itu, nuansa nostalgia begitu terasa ketika organ tunggal memainkan lagu-lagu keroncong lama. Penyempurnaan kesan tempo dulu pun lebih diperkuat dengan tampilan kuno buku menu yang tertulis dalam bahasa Belanda dan Indonesia yang disodorkan oleh pelayan berseragam putih-putih ala model nonik-nonik Belanda. Siapa pun yang memasuki restoran ini pasti merasa terkesan akan bagaimana sebuah bangunan cagar budaya dapat difungsikan dengan baik.

Sangat mudah untuk menemukan Toko Oen karena lokasinya yang cukup strategis, yaitu di ujung jalan Kayutangan, dekat dengan alun-alun yang merupakan pusat kota Malang, tepatnya di sebelah toko buku Gramedia. Bangunannya berwarna hijau tua dan jendelanya besar-besar melengkung nyaris setengah lingkaran dengan gorden putih gading menutupi setengahnya. Interior yang kuno tampak dari kursi, lemari kaca berwarna kuning berisi stoples-stoples lama, serta radio besar di pojok ruangan. Semua furnitur antik yang ada  di sini, telah ada sejak restoran ini pertama kali berdiri. Selain itu, nuansa nostalgia begitu terasa ketika organ tunggal memainkan lagu-lagu keroncong lama. Penyempurnaan kesan tempo dulu pun lebih diperkuat dengan tampilan kuno buku menu yang tertulis dalam bahasa Belanda dan Indonesia yang disodorkan oleh pelayan berseragam putih-putih ala model nonik-nonik Belanda. Siapa pun yang memasuki restoran ini pasti merasa terkesan akan bagaimana sebuah bangunan cagar budaya dapat difungsikan dengan baik.

Menu utama dan favorit Toko Oen adalah aneka es krim, segala macam steak, dan kuedengan resep asli Belanda. Kuliner yang disajikan restoran ini memang cenderung bercita rasa Eropa, terutama Belanda.  Hal ini bisa Anda lihat dari nama-nama makanan dan minuman yang sebagian besar menggunakan bahasa Belanda, tentu dengan terjemahan bahasa Indonesia. Es krim adalah menu yang paling terkenal di sini. Dan bistik lidah sapi adalah menu yang harus Anda cicipi. Campuran saus pada bistiknya, memiliki kelezatan yang unik. Tekstur es krimnya juga terasa murni dan sederhana karena dibuat secara tradisional.Coba juga bagaimana Toko Oen akan memanjakan lidah Anda dengan hidangan lain berupa kue-kue dan roti-roti enak yang dibuat secara handmade. Selain makanan dan minuman, Toko Oen pula menjual sovenir menarik sebagai buah tangan, seperti kaus, peta, dan buku bertemakan Malang tempo dulu.

Toko Oen

Jl. Basuki Rachmat Nomor 5, Malang, Jawa Timur

Telpon (0341) 364 052

Read 19 times