Nirwana dan Sakralitas Bromo Tengger Semeru

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau disingkat TNBTS adalah lebih dari sekedar area konservasi taman nasional, melainkan kawasan yang menyimpan begitu banyak pesona alam dan keajaibannya. Gunung Bromo dengan lautan pasirnya, konon menjadi satu-satunya di dunia. Puncak Mahameru yang selalu berasap adalah inspirasi dari beragam mitologi tentang misteri leluhur. Ditambah lagi dengan hutan yang menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati, danau-danau, dan berbagai air terjun yang dingin dan berkabut, serta kehidupan Suku Tengger yang melihat kawasan pegunungan ini sebagai lokasi sakral, maka semakin menguatkan TNBTS ibarat percikan surga yang terhampar di bumi Jawa.

TNBTS terletak di Provinsi Jawa Timur dengan luas mencapai 50.276 ha yang tersebar di 4 kabupaten, yaitu Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai taman nasional sejak tahun 1982. TNBTS adalah rumah bagi lebih dari 137 jenis burung, 22 jenis mamalia, 4 jenis reptil, ribuan jenis tumbuhan, serta hewan-hewan hutan tropis yang diambang kepunahan, seperti luwak, kera ekor panjang, kijang, ayam hutan merah, dan banyak lagi. Keunikannya terletak pada tipe ekosistem sub-montana, montana, dan sub-alpin dengan pepohonan besar yang berusia ratusan tahun. Taman nasional ini merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki lautan pasir seluas 5.250 hektar pada ketinggian ± 2.100 meter dpl. Pada bentangan area berpasir hitam vulkanik ini ditemukan 7 pusat letusan dalam dua jalur yang saling menyilang, yaitu dari timur-barat dan timur laut-barat daya. Dari timur laut-barat daya inilah muncul Gunung Bromo yang termasuk gunung api aktif yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan asap letusan. Gunung ini juga mempunyai kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat), sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah.

Kami begitu takjub dengan kehidupan Suku Tengger. Meski tinggal di daerah yang rentan bencana, mereka sama sekali tak memiliki kekhawatiran dengan gunung-gunung yang mengelilingi desa-desa. Dengan kegigihan bekerja keras, masyarakat yang didominasi Hindu ini selalu tekun bertani di hamparan tanah yang subur dan juga bersembahyang. Tak heran ada banyak pura serupa candi dan berbagai tempat sakral di mana terdapat sesaji berupa bunga dan lauk-pauk. Menurut legenda, Suku Tengger berasal dari kerajaan Majapahit yang melarikan diri dari kejaran tentara Demak.

Setiap tahun saat bulan purnama (biasanya pada bulan Juni-Agustus), Suku Tengger menyelenggarakan ritual Upacara Kasodo. Melalui upacara tersebut, mereka memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit dengan cara yang tidak biasa dan sangat berbahaya. Puncak ritual Kasodo dilakukan dengan melemparkan sesaji ke Kawah Bromo, sementara lereng-lereng di dalam kawah, banyak orang bersiap untuk menangkap dan mengambil sesaji tersebut. Perebutan sesaji merupakan atraksi yang sangat menarik dan menantang, sekaligus mengerikan sebab bukan tidak mungkin di antara mereka bisa jatuh ke dalam kawah.

Gunung Bromo masih menjadi andalan daya tarik wisata para backpacker domestik dan mancanegara. Sebagai destinasi utama Jawa Timur, setiap tahunnya area Gunung Bromo menerima ratusan ribu kunjungan wisatawan. Selain Gunung Bromo, TNBTS masih menyimpan puluhan potensi wisata yang perlu dikembangkan, mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata minat khusus, sampai pada wisata agro.

Rasanya tak perlu banyak bermain metafor untuk menuliskan keindahan alam TNBTS. Maka, kami merangkum berbagai atraksi yang kami rekomendasikan untuk dikunjungi. Yang menarik, bukan hanya destinasi utama Bromo, tetapi juga berbagai tempat-tempat yang akan kamu lewati ketika melakukan perjalanan menuju TNBS maupun selama berada di kawasan taman nasional tersebut. Tentu saja, tak ada jalan pintas menuju surga. Silakan klik panduan di bawah ini untuk informasi lebih lengkap tentang titik-titik perhentian, akses transportasi, penginapan, hingga biaya yang diperlukan. Selamat berwisata!

To See

Kawah Bromo

Pengunjung bisa menyaksikan kepulan asap Kawah Bromo dari bibir kawah. Untuk naik ke puncak, terdapat 250 anak tangga yang harus dilalui dengan kemiringan cukup curam atau kalau mau sedikit ekstrem bisa juga menyusuri lereng-lerengnya yang terjal. Tidak jauh dari Bromo terdapat Gunung Batok dengan sulur-sulur di lerengnya yang unik. Saat musim kemarau, lerengnya akan mengering, tapi saat musim hujan terlihat hijau segar. Di kaki Gunung Batok terdapat sumber air keramat yang airnya digunakan dalam ritual Kasodo. Sekitar 500 meter dari kaki Gunung Bromo berdiri Pura Agung Ponten dengan latar gunung yang perkasa, digunakan hanya untuk ritual khusus seperti Kasodo.

Cemorolawang

Salah satu pintu masuk taman nasional yang banyak dikunjungi untuk melihat dari kejauhan hamparan lautan pasir dan kawah Bromo, serta berkemah. Lokasi ini adalah desa dengan titik terdekat ke Gunung Bromo. Pintu masuk inilah yang menjadi favorit karena menghadirkan view hamparan lautan pasir dan kawah. Selain berkemah, di sini terdapat banyak penginapan/hotel, rumah singgah, restoran, toko cinderamata, bahkan penyewaan jaket, kuda, dan mobil.

Pasir Berbisik

Matahari terbit adalah atraksi yang paling ditunggu. Sebelum sampai di kawah, kamu akan terlebih dulu menyebrangi Lautan Pasir Tengger yang dikelilingi tebing-tebing terjal. Kawasan ini juga dikenal sebagai “Pasir Berbisik” karen begitu angin menerpa, pasir akan terhempas dan menimbulkan suara gemerisik seperti hendak berbisik. Pagi hari, kondisi penuh dengan kabut yang berangsur hilang menjelang siang, namun kembali muncul di sore hari. Kaldera Bromo memiliki luas hampir 5 ribu ha inilah yang menambah keindahan sekeliling Gunung Bromo. Kamu harus berkuda atau menggunakan mobil untuk melewati kawasan ini. Sesampainya di Gunung Bromo, kamu akan menemukan pura yang biasa digunakan untuk ritual Upacara Kasodo. Sementara Gunung Bromo adalah gunung aktif yang kawahnya dapat disaksikan langsung dengan menaiki 250 anak tangga yang tersedia.

Pananjakan

Selain panorama alam Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru, di Pananjakan kamu juga bisa menyaksikan hamparan lautan pasirPananjakan merupakan titik tertinggi di sekitar Bromo yang dapat dicapai melalui Cemorolawang di Probolinggo maupun Desa Tosari di Pasuruan. Di sini adalah salah satu tempat terbaik untuk menikmati sunrise di Indonesia. Menikmati matahari terbit di Pananjakan dimulai sekitar jam 2 pagi. Kamu juga bisa menikmati sunrise melalui Seruni Point yang terletak di sebelah timur lautan pasir di Desa Cemorolawang, Kab. Probolinggo.

Ranu Regulo, Ranu Pane, Ranu Kumbolo, dan Ranu Darungan

Danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut (± 2.200 mdpl.) sering digunakan sebagai tempat transit pendaki Gunung Semeru (3.676 mdpl.). Ranu Pane (1 ha) adalah yang pertama dilewati. Di sini terdapat arboretrum untuk wisata jelajah hutan buatan. Danau ini terletak dekat basecamppendakian di Desa Ranu Pane, di sinilah mayoritas penduduk Suku Tengger tinggal. Ranu Regulo (0,75 ha) adalah yang berikutnya. Airnya sangat jernih dan bisa diminum langsung, sehingga menjadi kesempatan bagi pendaki untuk mengisi perbekalan air di sini. Berjalan sedikit lagi, kamu akan menemukan Ranu Kumbolo, danau terbesar di TNBTS. Di sekitar danau ini biasanya para pendaki mendirikan tenda dan bermalam. Dari sini, Puncak Mahameru sudah dekat. Pada pagi hari suhu bisa mencapai nol derajat yang membuat embun menjadi es. Alternatif lain untuk berkemah, adalah Ranu Darungan tapi sekarang sudah mengalami pendangkalan dan airnya habis.

Air Terjun Madakaripura

Wisata air terjun dengan pemandangan alam yang memukau, terletak di jalur menuju Bromo bagi mereka yang melalui Probolinggo, berjarak 6 km dari Kaldera Tengger. Air Terjun Madakaripura menyimpan misteri sebagai tempat moksa Mahapatih Majapahit Gajah Mada. Air terjun setinggi 200 meter ini tersembunyi dalam sebuah lorong terbuka yang unik. Jalan setapak menuju air terjun adalah sebuah lorong yang diapit oleh tebing-tebing yang tinggi. Di ujungnya adalah kumpulan air terjun yang menutup jalan setapak tersebut. Lima air terjun mengucur deras membentuk air terjun besar dan beberapa air terjun yang menetes di tebing-tebing yang berlumut hijau. Biaya retribusi hanya Rp 5.000. Untuk lebih jelasnya silahkan meluncur ke sini!

Air Terjun Coban Pelangi, Coban Trisula, Candi, dan Desa Wisata Poncokusumo

Objek wisata ini dapat Anda temukan di jalur barat dari Kab. Malang. Poncokusumo merupakan agrowisata penghasil buah apel terbesar di Jawa Timur. Pemandangan di desa ini begitu memukau. Jika punya banyak waktu sempatkanlah menginap. Kamu akan merasakan sensasi yang unik bergaul dengan penduduk setempat sembari menikmati keindahan alam desa. Ada banyak homestay tersedia. Perhentian wisata yang sangat sayang dilewatkan melalui rute ini, adalah Candi Kidal, Candi Jajaghu, Air Terjun Coban Trisula, dan Air Terjun Coban Pelangi. Beberapa kilometer setelah melewati rest areaPoncokusumo, tepatnya di desa Gubuk Klakah, pengunjung akan menemukan papan penunjuk untuk memasuki kawasan wisata Air Terjun Coban Pelangi. Sebenarnya di desa Gubuk Klakah terdapat empat air terjun selain Coban Pelangi. Jika letak Coban Pelangi tidak jauh dari jalan utama (sekitar 2 km) menunju TNBTS, maka Coban Trisula terletak lebih jauh dengan jalan yang lebih sempit dan sulit. Coban Trisula merupakan gabungan dari tiga air terjun bertingkat dengan jarak yang berjauhan. Meskipun medan sulit, rasa lelah akan terbayar dengan suasana hutan dan sungai yang masih alami.

Puncak Mahameru

Merupakan puncak tertinggi di Pulau Jawa. Dari sini, kamu bisa melihat samar-samar garis pantai laut selatan yang dramatis. Setiap saat kawahnya mengepulkan asap belerang yang pekat, menandakan bahwa Gunung Semeru masih sangat aktif. Namun, kamu harus bersama pendaki profesional jika ingin menikmati atmosfir berdiri di kahyangan ini. Dibutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit untuk mencapainya (sekitar 18 jam berjalan kaki dari Ranu Pane). Perhatikan soal waktu untuk bisa sampai sebelum jam 10 pagi karena setelahnya akan menyembul asap beracun. Selama perjalanan, pendaki akan bertemu dengan tempat-tempat unik dan petilasan peninggalan Majapahit, seperti Prasasti Arcopodo, Tanjakan Cinta yang melegenda dengan mitos sepasang kekasih yang akan putus jika menaiki tanjakan ini dengan menoleh ke belakang. Ada juga Oro-oro Ombo sebuah padang rumput luas yang akan berubah menjadi danau saat musim hujan. Pendakian Semeru sekarang jumlahnya dibatasi dan hanya bisa di-booking melalui website www.bromotenggersemeru.com.

Savanah Tengger

Savanah Tengger adalah vegetasi yang kontras dengan lautan pasir. Walaupun sama-sama berada di Kaldera Tengger, tapi ekosistemnya berbeda. Lautan Pasir hanya berisi pasir tanpa pernah bisa ada satu tanaman yang tumbuh, sementara Savanah Tengger berlimpah akan tanaman semak, seperti rumput dan paku. Ini karena letak Savanah Tengger yang berjauhan dengan Kawah Bromo. Saat terbaik mengunjungi Savanah Tengger adalah saat musim hujan bulan Desember-Mei. Selain Bukit Teletubbies, ada juga spot Blok Adasan yang pada musim hujan, dipenuhi tanaman adas yang menguning dan berbau harum khas rempah-rempah.

Upacara Kasodo

Ritual Kasodo diadakan setiap tahun pada akhir bulan Kasodo di penanggalan suku Tengger, biasanya jatuh bulan Juni-Agustus. Kasodo merupakan ritual utama Suku Tengger yang bermakna ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan dan limpahan rezeki setiap tahunnya. Prosesi Kasodo berlangsung selama 2 hari dan puncak ritual terjadi di Kawah Bromo. Penduduk akan melempar sesaji ke dalam kawah, berupa hewan ternak dan hasil bumi. Pemandangan ironis, terlihat di dalam bibir kawah di mana telah menunggu puluhan orang berebut sesaji tersebut. Sebelum sesaji diarak ke puncak Kawah Bromo, terdapat ritual pembacaan mantra di Pura Agung Ponten.

Photo by Alfan Sai and Puji Rahayu