Bermalam di Tiongkok Kecil

 

Lasem sedang bergeliat sebagai destinasi pariwisata yang kian populer. Selain panorama pesisir berupa pantai, tradisi batik dan beragam warisan peranakan Tionghoa-Jawa menjadi daya tarik utamanya. Tiongkok Cilik merupakan julukan yang melekatkan kawasan Pantura (Pantai Utara) tersebut dengan seni dan budaya dari kehadiran dan asimilasi orang-orang dari Tiongkok beradab-abad lampau.

Sebelumnya, tak banyak wisatawan tertarik untuk menghabiskan waktu liburan lebih lama di Lasem yang umumnya hanya dikenal sebagai titik transit dan tempat membeli batik dengan corak dan motif warna-warni. Padahal perjalanan dari Semarang menuju Lasem bisa menghabiskan waktu sekitar separuh hari. Tetapi, tampaknya hal itu tak berlaku lagi. Kini, wisatawan yang hendak menghabiskan waktu mengeksplorasi Lasem, tak perlu khawatir untuk mencari akomodasi. Tanpa hotel berbintang pun, saat ini penginapan-penginapan alternatif berupa homestay atau wisma, mulai bermunculan di Lasem.   

Salah satu penginapan itu adalah Tiongkok Kecil Heritage. Sesuai dengan nama yang melekatkannya pada julukan Lasem, Tiongkok Kecil Heritage merupakan penginapan yang berlokasi di Desa Karangturi. Bukan desa yang tampak layaknya desa kebanyakan di Jawa. Karangturi adalah permukiman elit orang-orang Tionghoa di masa lalu. Rumah-rumah besar yang serupa arsitektur bangunan lama dari Fujian, Tiongkok itu menjadi pemandangan utama di sepanjang jalan desa.

Tiongkok Kecil Heritage mendiami sebuah rumah besar dengan corak Tiongkok kuno. Tak sulit untuk mencarinya di jalan utama di Desa Karangturi. Wisatawan akan sangat mudah mengenalnya dengan ciri yang khas. Rumah itu ditandai dengan temboknya yang kokoh dan besar. Warna merah menyala terang di antara sederetan rumah-rumah tua. Sepasang patung singa menjaga gerbangnya. Tiongkok Kecil Heritage juga memiliki sebuah tokok batik dan kafe kecil.

Menginap di Tiongkok Kecil Heritage merupakan pengalaman menikmati Lasem tempo dulu. Penginapan itu betul-betul berada di rumah lama dengan arsitektur yang masih asli. Di bagian teras, untuk menguatkan kesan peranakan, dekorasi berupa patung-patung dewa dan perabot kayu berukir antik menambah kesan mewah. Bahkan, pintu kamar yang terbuat dari kayu jati tebal dan berukuran sangat besar, menggunakan kunci tua yang masih berfungsi.

Masuk ke dalam kamar, atmosfir peranakan Tionghoa-Jawa masih terasa dengan dekorasi dan perabot bercorak Tiongkok. Atapnya tinggi dan berjendela lebar. Satu kamar berisi tempat tidur modern berukuran besar untuk dua orang. Meski udara Lasem terasa panas, namun berada di dalam rumah tua, terasa sejuk. Tak usah khawatir, setiap kamar dilengkapi dengan AC. Fasilitas berupa jaringan internet (WiFi) juga tersedia kencang. Biarpun mengutamakan aspek tradisional yang dipertahankan, Tiongkok Kecil Heritage berupaya untuk tak melupakan aspek fasilitas dan layanan modern dari standar penginapan.

Fasilitas kamar hanya tersedia dalam jumlah terbatas, sehingga sangat disarankan bagi wisatawan yang hendak menginap, sebaiknya melakukan pemesanan lebih awal melalui telepon. Sementara itu, karena kamar mandi/toilet tersedia di bagian belakang rumah, wisatawan mau tak mau harus berjalan terlebih dulu keluar kamar. Tiongkok Kecil Heritage menyediakan perlengkapan dasar untuk mandi berupa handuk, sabun, dan sikat gigi. Jadi, sebaiknya bawa sendiri perlengkapan mandi. Tak usah khawatir dengan kondisi kamar mandi, Tiongkok Kecil Heritage memiliki fasilitas toilet duduk dan air panas. Karena kamar mandi digunakan bersama-sama dengan wisatawan lain yang menginap, tentu saja kita diharapkan dapat menjaga kebersihan. Dan sebagai tips buat kamu yang baru pertama kali mengunjungi Lasem dan tak memahami lokasi persis di mana Tiongkok Kecil Heritage, sebaiknya bisa berkomunikasi dengan staf mereka untuk penjemputan atau pengarahan jalan. Lokasinya tak berada persis di jalan utama, melainkan berada di dalam desa.

Kelebihan lain dari Tiongkok Kecil Heritage, selain pengalaman menginap di rumah bergaya Tiongkok kuno dan stafnya yang ramah, adalah layanan makan pagi. Juru masak mereka adalah orang lokal yang sudah tentu memahami kekhasan kuliner setempat. Jadi jangan sungkan untuk memberikan permintaan khusus berupa sajian sarapan lokal. Salah satu makanan unik yang hanya ada di Lasem adalah urap latoh yang berbahan utama rumput laut. Mereka juga tak keberatan untuk menyiapkan makan siang dan malam sesuai pesanan. Soal kualitas dan rasa, tak usah diragukan lagi. Sementara untuk harga makanan, tentu saja bertarif di bawah standar restoran hotel, maka jangan sungkan untuk memberikan tips pada juru masak mereka. Staf mereka juga dengan ramah dan sigap dapat dimintai saran dan nasihat untuk rekomendasi pemandu wisata, jasa sewa kendaraan, tempat makan yang menghidangkan kuliner lokal, lokasi berbelanja batik di mana wisatawan dapat pula mencoba membatik, hingga atraksi lain di Lasem, mulai dari klenteng tua, rumah candu, hingga situs-situs lain.

Selamat mengeksplorasi Tiongkok Kecil!