Surabaya Heritage Food Tour

IDR 250,000 Nett per traveler*

Menjelajah tempat-tempat bersejarah di kota Surabaya dari jaman kerajaan Singosari sampai kolonial Belanda. Selama delapan jam eksplorasi, traveler akan menikmati berbagai kuliner lokal Surabaya yang unik dan melegenda. Kami akan membawa para traveler menelusuri sejarah kota Surabaya melalui bangunan-bangunan kuno dan kulinernya. Trip ini akan menjadi sebuah pengalaman yang tak terlupakan!

Itinerary

08:00

Traveler akan dijemput di hotel, kemudian akan diajak untuk sarapan pagi dengan menu ‘Sate Klopo Ondomohen’. Sate ayam dan sapi dengan baluran kelapa parut yang empuk dan gurih ini merupakan menu yang melegenda di kota Surabaya. Berdiri sejak tahun 1945, Sate Klopo Ondomohen masih tetap konsisten menghidangkan menu sate yang lezat dan unik.

09:00 Setelah itu perjalanan berlanjut dengan mengunjungi beberapa bangunan kuno peninggalan Belanda melalui tur singkat 1 jam bersama Museum Sampoerna. Beberapa bangunan kuno yang akan dikunjungi adalah Jembatan Merah, Gedung Pertamina, Gedung PTPN X, Gedung PTPN XII, Gedung Bank Mandiri Jl. Pahlawan, dan Gereja Ijen. Beberapa gedung hanya dilewati sementara beberapa lainnya dikunjungi dan masuk ke dalamnya.
10:00 Traveler bersantai sejenak untuk melihat Museum Sampoerna. Pada weekdays. Di dalam Museum bisa menyaksikan bagaimana para pekerja rokok Djie Sam Soe melinting rokok dengan gerakan yang cepat dan kompak. Museum Sampoerna memperlihatkan koleksi benda-benda bersejarah milik keluarga Sampoerna yang memang begitu dekat dengan sejarah kota Surabaya.
11:00 Perjalanan selanjutnya adalah incip-incip kuliner Surabaya yang paling unik: Rujak Cingur dan Semanggi. Kedua menu tersebut adalah ikon kota Surabaya. Lahir dan berkembang dari tangan-tangan terampil masyarakat Surabaya. Selama perjalanan menuju warung yang menjual kedua menu tersebut, traveler akan diajak untuk melewati jalan yang paling fenomenal di kota Surabaya yakni jalan Tunjungan. Sepanjang jalan tersebut dipenuhi dengan bangunan-bangunan kuno jaman Belanda diantaranya adalah Gedung Siola dan hotel Majapahit.
13:00 Kali ini traveler akan dibawa ke masa kerajaan Singosari dengan mengunjungi Arca Joko Dolog di Taman Apsari. Arca tersebut merupakan perwujudan dari Prabu Kertanegara yang memerintah kerajaan Singosari pada tahun 1289. Setelah itu, traveler diajak untuk berkunjung ke gedung yang penuh dengan lintasan sejarah, Gedung Grahadi. Saat ini Gedung Grahadi berfungsi sebagai kantor Guburnur Propvinsi Jawa Timur.
14:00 Makan siang ditemani dengan menu Lontong Balap. Cuaca kota Surabaya yang panas, cocok dengan Lontong Balap yang segar dan gurih berpadu dengan sate kerang dan es kelapa muda. Kebanyakkan menu lokal Surabaya memang menggunakan petis (pasta udang atau ikan) sebagai bumbunya. Begitu juga dengan Lontong Balap, sayur taoge kuah dengan irisan tahu, lontong, dan lento disiram dengan bumbu petis. Menu ini juga menyimpan cerita-cerita unik yang menggelitik untuk disampaikan.
15:00 Berikutnya, traveler akan diajak blusukan ke beberapa kampung tematik di kota Surabaya yakni Kampung Lontong dan Kampung Kue Basah. Surabaya merupakan salah satu kota di Indonesia yang sukses mengembangkan kampung-kampung tematik sebagai tempat tujuan wisata. Kampung Lontong adalah sentra pembuat lontong sementara Kampung Kue Basah adalah sentra produksi kue-kue basah tradisional. Traveler juga bisa incip-incip 2 macam kue di Kampung Kue Basah.
16:00 Sebagai penutup tur, traveler akan diajak bersantai sejenak di Taman Bungkul sambil menikmati menu klasik dari jaman Majapahit, Nasi Rawon.
Photo by M.F Rosiy, pegipegi.com, eastjavatrip.com, food.idntimes.com