Peran Strategis Daerah Transit dalam Industri Pariwisata

Daerah transit adalah daerah di mana wisatawan akan melewati daerah tersebut dalam perjalanan menuju destinasi pariwisata. Tidak semua wisatawan akan berhenti di daerah transit, tapi mereka pasti akan melewatinya, bahkan kadang-kadang perjalanan mereka justru berakhir di daerah transit jika wisatawan tersebut menemukan sesuatu yang lebih menarik daripada destinasi pariwisata yang hendak dituju. Partisipasi daerah transit dalam industri pariwisata bergantung pada bagaimana daerah tersebut bisa memanfaatkan posisinya untuk menarik wisatawan dengan baik. Daerah transit sebenarnya adalah daerah yang cukup strategis untuk bisa berperan dalam industri pariwisata. Jika dikelola secara baik dan profesional dengan mempertimbangkan potensi dan sumber daya daerahnya, maka daerah transit bisa menjadi daerah tujuan akhir dari wisatawan.

Industri pariwisata mengacu pada semua aktivitas yang menawarkan dan menjual produk-produk pariwisata. Menurut Middleton, (2009: 20) produk pariwisata didefinisikan sebagai “A bundle or package of tangible and intangible component, based on activity at destination. The package is perceived by the tourist as an experience available at price.” Ini berarti bahwa produk pariwisata adalah semua bentuk aktivitas manusia yang terjadi di daerah destinasi. Dengan demikian sebenarnya produk pariwisata itu bukan hanya atraksi saja, tapi meliputi semua aktivitas wisatawan, seperti menikmati, melihat, merasakan, mendengar, mengamati, dan membeli semua bentuk barang dan jasa yang ditawarkan di daerah destinasi. Sementara itu, Cooper (1990) dalam bukunya Tourism Principle and Practice, menjelaskan bahwa area wisata itu tidak hanya terdiri atas destinasi wisata itu sendiri, tetapi juga daerah asal dan daerah transit atau daerah yang dilewati oleh wisatawan selama melakukan kegiatan pariwisata. Tiga area tersebut mengambil peran penting dari sebuah industri pariwisata. Di daerah-daerah tersebut kegiatan industri pariwisata bisa dilakukan. Daerah asal adalah daerah di mana wisatawan tersebut tinggal sehari-harinya. Di daerah asal, biasanya wisatawan akan mencari semua informasi tentang destinasi pariwisata, memesan akomodasi dan tiket perjalanan. Daerah transit adalah daerah dimana wisatawan akan melewati daerah tersebut dalam perjalanan menuju destinasi wisata. Tidak semua wisatawan akan berhenti di daerah transit tapi mereka pasti akan melewatinya. Pada situasi tertentu, daerah transit dapat menjadi destinasi pariwisata jika wisatawan menemukan sesuatu yang lebih menarik daripada destinasi wisatanya sendiri. Partisipasi daerah transit dalam industri pariwisata bergantung pada bagaimana daerah tersebut bisa memanfaatkan posisinya untuk menarik wisatawan dengan baik. Sementara destinasi pariwisata adalah daerah yang menjadi tujuan akhir dari wisatawan. Di daerah ini, wisatawan akan menikmati atraksi-atraksi pariwisata.

Daerah asal dan transit adalah daerah yang biasanya menjual produk-produk pendukung pariwisata, sedangkan destinasi pariwisata adalah daerah yang menawarkan produk inti dari kegiatan wisata. Gambar 1. menjelaskan area-area yang menjadi cakupan dari industri pariwisata.

Gambar 1. The Basic System of Tourism

Produk pariwisata juga dapat diartikan sebagai bauran dari aneka sumber daya, fasilitas, dan jasa sebagaimana diungkapkan oleh Manuel Baud Bouvy dan Fred Lawson dalam buku Tourism and Recreation Handbook of Planning and Design (1998) yang mengatakan “Tourism products are an amalgam of resources, facilities, and services.” Tiga macam produk tersebut merupakan produk utama dalam industri pariwisata. Ketiganya dapat ditemukan dalam area dasar pariwisata atau the basic system of tourism area. Khusus untuk sumber daya yang mengandung arti atraksi pariwisata, hanya dapat ditemukan di area destinasi pariwisata.

Sebuah destinasi seharusnya bisa menjadi semacam area penggerak bagi daerah-daerah lain untuk ikut berkembang. Kegiatan ekonomi yang terjadi di destinasi bisa dirasakan pula oleh daerah lain yang tercakup dalam area industri pariwisata. Daerah transit sebenarnya adalah daerah yang cukup strategis untuk bisa berperan dalam industri pariwisata. Singapura adalah contoh terbaik. Dulu Singapura merupakan daerah transit bagi wisatawan dan pebisnis yang akan mengunjungi Indonesia dan Australia. Kemudian, negara tersebut dengan upayanya yang inovatif, seperti sistem pajak yang lebih murah, birokrasi yang mudah, keamanan yang tinggi, dan pusat perbelanjaan yang modern dengan harga terjangkau, akhirnya menjadikan Singapura sebagai daerah wisata belanja dan bisnis yang paling disukai. Saat ini, Singapura menjadi negara peringkat pertama di Asia Tenggara dengan jumlah kunjungan wisatawan terbanyak. Padahal negara tersebut hanya kawasan kecil dengan sumber daya wisata yang terbatas. Hal yang sama pernah terjadi pada Cianjur. Sebelum jalan tol Cipularang dioperasikan, setiap wisatawan yang akan ke Bandung selalu melewati kota ini. Cianjur bisa memposisikan dirinya sebagai daerah transit yang disukai wisatawan dengan produk unggulan manisan buah. Kita bisa menyaksikan bagaimana wisatawan yang akan pergi ke Bandung selalu mampir ke Cianjur untuk membeli manisan sebagai oleh-oleh. Namun, sejak dibukanya jalan tol Cipularang, banyak industri manisan gulung tikar karena kekurangan pembeli. Cianjur masih belum bisa menjadi daerah tujuan akhir wisatawan walaupun pernah menjadi daerah transit yang cukup berhasil.

Melihat potensi pariwisata di Indonesia dengan destinasi-destinasi unggulan, seperti Bali, Yogyakarta, Malang, Danau Toba, Gunung Bromo, Candi Borobudur, Pantai Pangandaran, Danau Kelimutu, Pulau Komodo, Wakatobi, dan lainnya, tentu di sanalah juga terdapat banyak daerah transit. Sebagian bisa berkembang dengan baik, namun lebih banyak lagi yang masih belum berbuat apa-apa. Untuk menjadi daerah transit yang disukai wisatawan memang membutuhkan perencanaan dan pengelolaan yang baik dengan melibatkan partisipasi dari pemerintah, swasta, dan masyarakat secara kolaboratif dan integratif. Perencanaan juga harus mempertimbangkan potensi dan sumberdaya dari daerah tersebut. Kebanyakan daerah transit memang bermain di area produk pariwisata yang berupa cinderamata atau produk makanan dan minuman, namun jika sebuah daerah transit juga mempunyai atraksi pariwisata alam yang unik, ini adalah keunggulan kompetitif yang layak untuk dikembangkan. Kadang tidak semua kebutuhan dan keinginan wisatawan bisa terpenuhi di destinasi, peluang inilah yang bisa dimanfaatkan oleh daerah transit untuk ikut bermain dalam industri pariwisata. Sebuah produk unggulan yang unik dan inovatif adalah solusi terbaik untuk mengembangkan daerah transit.