Bersikap dalam Pilpres Terkait Pembangunan Pariwisata

Oleh Nurdiyansah

Menjelang pemilu presiden yang akan diselenggarakan 9 Juli nanti, kedua kandidat calon presiden telah mendebatkan banyak bidang strategis terkait pembangunan, salah satunya adalah pariwisata. Bagaimana kita sebagai bagian dari gerakan mendukung pariwisata yang berkelanjutan kemudian bersikap? Tentu saja dengan memahami visi-misi maupun agenda Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK terkait pariwisata di Indonesia.

Memang tidak ada yang secara tegas menyebutkan perihal pariwisata dalam visi-misi kedua capres. Namun untuk melihat seperti apa dukungan yang diberikan oleh kubu No. 1 dan No.2 terhadap pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, kita dapat melihat bagaimana kemudian prinsi-prinsip sustainable tourism menjadi dekat dengan salah satu visi-misi dan agenda para capres.

Secara umum, baik Prabowo-Hatta maupun Jokowi-JK memiliki visi yang hampir serupa, yaitu “Membangun Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur serta bermartabat” untuk Kubu No. 1; sedangkan Jokowi-Hatta, adalah “Terwujudnya Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong.” Prabowo-Hatta mengemban 3 misi dan Jokowi-JK memiliki 7 misi. Menarik karena pada jabaran visi Jokowi-JK, terpapar penjelasan prinsip yang sangat dekat dengan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial-budaya, dan alam sebagai syarat mutlak bagi pembangunan pariwisata berkelanjutan: kedaulatan, kemandirian, dan kepribadian dalam kebudayaan.

Selain paparan visi yang jelas, misi yang ditegaskan oleh capres-cawapres nomor urut dua, juga memiliki pengerucutan yang lebih spesifik untuk dilihat sebagai suatu prinsip bagi pembangunan pariwisata berkelanjutan, yaitu mengenai penyebutan “kemandirian ekonomi” (poin pertama); “masyarakat maju, berkeseimbangan, dan demokratis” (poin kedua); “kualitas hidup manusia Indonesia yang tinggi, maju, dan sejahtera” (poin keempat); dan “masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan” (poin ketujuh).

Tak seperti Prabowo-Hatta yang hendak menggali potensi maritim melalui pengembangan pariwisata, Jokowi-JK justru melihat karakter negara maritim sebagai jati diri. Dikutip dari Pikiran Rakyat Online, Tantowi Yahya, juru bicara tim pemenangan Prabowo-Hatta, mengatakan “Kita selalu mengunggulkan warisan budaya untuk menjadi produk jualan pariwisata kita. Nantinya, industri pariwisata maritim juga tak kalah.” Ia mengungkapkan bahwa penggalian potensi maritim bertujuan agar dunia bisa melihat keanekaragaman yang dimiliki Indonesia. Pada program kerjanya, Prabowo-Hatta secara jelas menyebutkan pariwisata pada poin tujuh bahwa “membangun kawasan ekonomi khusus keuangan yang terintegrasi dengan pariwisata, properti, pendidikan, industri kreatif, jasa, ritel komersil.”

Sementara itu, dukungan terhadap Jokowi-JK telah dideklarasikan oleh Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali. Aspirasi kelompok pariwisata ini, adalah (1) pariwisata investasi jangka panjang yang harus berlandaskan pada pelestarian lingkungan hidup, kearifan lokal, kedaulatan adat dan budaya; (2) peningkatan pajak harus diarahkan untuk peningkatan kesejahteraan; dan (3) perlu pembenahan dan perbaikan infrastrukur pariwisata. Pernyataan sikap yang diserahkan kepada Jokowi tersebut, kemudian dianggap penting dan sikap yang ditunggu dari pelaku pariwisata.

Berbeda dengan Prabowo yang berlatar belakang militer, Jokowi yang sebelumnya menjabat sebagai Walikota Solo dan kemudian Gubernur DKI telah lebih dulu akrab dengan urusan pariwisata dan ekonomi kreatif. Selain kesuksesannya menghidupkan tadisi batik di Solo dan menyelenggarakan Solo Batik Carnival, beliau pun telah berhasil meramaikan wajah Jakarta melalui ragam festival seni-budaya dan pariwisata di Ibukota Indonesia. Maka ketika dalam debat capres, Prabowo menyatakan persetujuan dan dukungan terhadap ide yang dipaparkan oleh Jokowi, kita tahu mana yang memiliki substansi terhadap tema kepariwisataan.

Apakah dengan ini kemudian kami dianggap telah menyatakan dukungan terhadap salah satu capres? Sejak awal berdiri, kami secara tegas menyatakan dukungan terhadap agenda-agenda kerja terhadap isu pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Ketika kami melihat agenda ini ada dengan jelas pada salah satu kandidat, baik pada visi-misi maupun agenda kerja, tampaknya tak ada alasan untuk memberikan dukungan – bukan karena sosok, melainkan karena kepentingan yang kemudian terwakili kaitannya pada penerapan sustainable tourism development di Indonesia.

Stop kampanye hitam!

Sumber:

https://id.berita.yahoo.com/ini-visi-dan-misi-prabowo-hatta-serta-jokowi-231512942.html

http://www.pikiran-rakyat.com/node/286705

http://www.kabar24.com/nasional/read/20140521/98/219233/visi-misi-prabowo-hatta-ini-12-agenda-pembangunan-ekonomi

http://www.kabarnusa.com/2014/06/didukung-masyarakat-pariwisata-bali-ini.html

http://www.pedomannews.com/politik-hukum-dan-keamanan/28334-jokowi-sangat-menguasai-isu-pariwisata-dan-ekonomi-kreatif

  • Best Hotels

  • Popular Places

  • Food Lover

  • Desa Wisata

 
 
 
 
 
 
 
 
You are here: Home News Bersikap dalam Pilpres Terkait Pembangunan Pariwisata

Newsletter

Subcribe
1037243
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
500
453
5559
850939
16826
20604