Mendorong Sosok Kabinet Baru

Pemilu Presiden dan Wakil Presiden rampung dilaksanakan. Kandidat nomor urut dua, Jokowi-JK secara resmi ditetapkan oleh KPU sebagai pemenang yang akan menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI dalam 5 tahun ke depan. Penantian belum usai. Begitu pun perjuangan berbagai kelompok pendukung, termasuk para relawan yang semasa kampanye telah berupaya keras menggalakkan dukungan terhadap Jokowi sebagai “Presiden Relawan”–sebagian menyebutnya “Presiden Pilihan Rakyat.”

Wacana yang kian menghangat kemudian, apalagi kalau bukan mencari dan mendorong orang-orang yang tepat untuk bergabung dalam kabinet yang baru. Dalam berbagai liputan di media, Jokowi menyatakan akan memberikan porsi lebih kepada perempuan dan tentu saja kaum muda untuk ikut berkompetisi menunjukkan kemampuan memperebutkan kursi menteri. Kepada publik Jokowi mengajukan syarat menteri, yaitu bersih dari korupsi, berjiwa kepemimpinan (leadership), manajerial yang baik, profesional, bekerja team work, dan loyal.

Menarik bagi kami untuk membahas ini karena kemunculan seorang sosok yang belakangan disebut-sebut pantas menduduki jabatan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Nama Hilmar Farid masuk daftar calon yang bisa kita temukan dan pilih dalam Kabinet Rakyat.

Tentang Hilmar Farid

Nama dan sosok pria kelahiran Bonn, Jerman Barat pada 8 Maret 1968 ini mungkin sudah tak asing lagi bagi banyak kalangan intelektual. Hilmar Farid atau akrab disapa Bung Fay adalah seorang profesional muda, penulis, aktivis, budayawan, akademisi/pengajar di Fakultas Ilmu Budaya di UI, dan sejarawan Institut Sejarah Sosial Indonesia. Ia juga menjadi chairperson di Perkumpulan Praxis, sebuah organisasi dengan misi mengelola dan mengembangkan sumber daya (pengetahuan) untuk transformasi sosial.

Hilmar Farid membacakan Maklumat Rakyat (foto oleh Adrian Mulya)

Kehidupan Hilmar Farid dan dunia pendidikan begitu lekat sejak dulu. Mungkin tak banyak yang tahu, tapi ialah yang menerjemahkan buku cerita favorit anak-anak dan remaja Indonesia, yaitu buku-buku karya Enid Blyton dan Astrid Lingdren. Ia lulus dari Jurusan Sejarah di Fakultas Sastra, UI tahun 1993 dengan skripsi berjudul Politik, Bacaan, dan Bahasa pada Masa Pergerakan: Sebuah Studi Awal. Bung Fay pun terus memperjuangkan pendidikan melalui bidang sejarah dan budaya. Selain menjadi aktivis, ia banyak menulis berbagai artikel dan kajian mengenai HAM, gerakan buruh, gerakan tani, persoalan anak muda, maupun kondisi sejarah dan ekonomi politik Indonesia, termasuk isu pendidikan dan kebudayaan yang beririsan dengan banyak hal. Tak cukup dengan itu, tahun 1994 bersama sejumlah seniman, peneliti, aktivis, dan pekerja budaya, ia mendirikan Jaringan Kerja Budaya dan menjadi pengajar di Institut Kesenian Jakarta. Kiprah Hilmar terus berlanjut di bidang pendidikan dan kebudayaan dengan secara aktif ikut mempelopori kelahiran berbagai organisasi, komunitas, gerakan, dan kerja-kerja pada level lokal, nasional, hingga internasional. Karya-karya tulisnya telah tersebar di berbagai media di Indonesia dan mancanegara.

Sosok Hilmar belakangan juga kita kenal sebagai sejarawan muda. Tahun 2012 lalu, bukunya Kisah Tiga Patung diterbitkan. Tahun ini, Hilmar meraih gelar doktor di bidang kajian budaya di National University of Singapore dengan disertasi berjudul Rewriting the Nation Pramoedya and the Politics of Decolonization yang akan menjadi sebuah buku dalam waktu dekat.

Dalam gerakan relawan memenangkan Jokowi-JK, nama Hilmar Farid tidak mungkin untuk tidak disebutkan. Pada 22 Juli lalu pada acara Syukuran Kemenangan Jokowi-Jk di Tugu Proklamasi, dihadapan Jokowi dan para pendukungnya, Bung Fay membacakan “Maklumat Rakyat Kepada Presiden dan Wakil Presiden Baru: Ir. H. Joko Widodo dan H.M. Jusuf Kalla.”

Bung Fay mungkin menjadi sosok yang tak banyak bicara atau sering kita lihat di televisi, namun suaranya telah banyak ia teriakkan melalui beragam karya tulis dan kerja nyata untuk kemanusiaan.

Gerakan #SekolahLayak

Bagi para pengguna Twitter, tentu beberapa hari ini sudah akrab dengan hashtag #SekolahLayak. Sekolah Layak merupakan gerakan yang diinisiasi Bung Fay dan kawan-kawan aktivis, termasuk para relawan Jokowi-JK, dalam melakukan upaya sementara terkait pendataan sekolah yang rusak atau tak layak. Gerakan ini tak hanya sekadar mengkritik situasi pendidikan kita atau bicara tentang buruknya fasilitas/sarana sekolah yang bahkan hampir rubuh di banyak pelosok negeri, tetapi menjadi aksi konkret yang mendorong keterlibatan masyarakat sipil untuk berpartisipasi mendata dan berbagi dengan mengunggah foto dan lokasi sekolah melalui akun jejaring sosial. Alasannya sederhana, namun penting karena “Gedung sekolah dengan peralatan yang layak adalah hak setiap anak bangsa,” ungkap Hilmar Farid pada status Facebook-nya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memang bukan menjadi kementerian nomenklatur yang secara tegas disebutkan dalam UUD 1945 layaknya Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Pertahanan. Namun bukan berarti hal itu menjadikan Kemendikbud menjadi tidak strategis. Kemendikbud termasuk ke dalam kementerian yang menangani urusan pemerintah dengan ruang lingkup yang termasuk dalam UUD 1945 bersamaan dengan 16 kementerian lainnya. Posisi sebagai menteri untuk kementerian ini tentu mendesak sosok yang tak cukup hanya dinilai karena popularitas atau figur terkenal yang pandai berbicara, melainkan kompetensi yang memadai dan kerja nyata untuk mendukung Revolusi Mental yang dicanangkan Presiden Jokowi. Meminjam kutipan Bung Karno dengan cita-cita “berdikari secara ekonomi, berdaulat dalam politik, dan berkarakter dalam budaya,” maka Revolusi Mental untuk bidang pendidikan adalah hal yang teramat penting untuk diberikan dukungan. (Nurdiyansah)

 Berbagai pandangan maupun tulisan tentang Hilmar Farid dapat diakses melalui website www.hilmarfarid.com. Untuk mendukung Gerakan Sekolah Layak, silakan unggah foto dengan hashtag #SekolahLayak dan mention @HilmarFarid melalui Twitter.

  • Best Hotels

  • Popular Places

  • Food Lover

  • Desa Wisata

 
 
 
 
 
 
 
 
You are here: Home News Mendorong Sosok Kabinet Baru

Newsletter

Subcribe
1067807
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
221
421
1924
886362
8816
19042