Evolving Journey of Nicholas Saputra

Oleh Nurdiyansah Dalidjo

Tentu saja selalu ada hal berbeda dan menarik untuk menengok apa yang sedang dilakukan oleh Nicholas Saputra (Nico). Ia tak hanya menjadi representasi tepat dari generasi anak muda berprestasi yang pernah kita miliki, tetapi sekaligus seorang profesional pada industri model dan film yang punya banyak pengaruh, termasuk soal cara pandang dan bagaimana ia melakukan aktivitas travelling yang menjadi kegemarannya.

Baru-baru ini, saya menemukan rubrik menarik tentang Nico dan mengintip sekilas tentang perjalanan wisata yang ia lakukan di Sumba Timur melalui Qubicle (http://qubicle.id/) - sebuah wadah bagi para individu kreatif, komunitas, dan content creator (penyedia konten) untuk berbagi karya dalam format digital dan berinteraksi dengan mereka yang memiliki minat yang sama. Pada rubrik tersebut (https://qubicle.id/story/the-getaway-Nicholas-saputra-2), ulasan tentang Nico hadir dalam bentuk yang berbeda, yaitu format video dengan sentuhan yang amat personal, intim, dan puitik. Nico bermonolog tentang perjalanannya menikmati keindahan panorama pantai dan laut di salah satu kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bukan hanya tentang tampilan fisik dan aura selebritas pada diri Nico yang hadir pada video pendek berjudul The Getaway itu. Pada scene awal, kita akan disuguhkan dengan kekhasan Sumba Timur pada tampilan lansekap berupa perbukitan berwarna zamrud serta laut bergradasi tosca dengan pesisir yang tampak seputih dan selembut tepung. Siapa pun tak hanya tergugah pada visualisasi yang ditampilkan, tapi juga padanan suara ombak dan detak jantung yang berirama dengan suara Nico yang terdengar misterius dan penuh imajinasi.

Independent & Responsible Traveller

Saya tentu tidak akan lebih jauh memberikan ulasan soal teknis video mengingat memang bukan itu yang hendak saya review dari video yang menampilkan Nico sebagai aktor, melainkan adalah tentang bagaimana video tersebut dapat sukses menangkap sosok Nico yang pula dikenal sebagai independent and responsible traveller.

Sebagai seorang traveller, kita mungkin mengenal Nico adalah petualang yang unik. Ia yang gemar melakukan perjalanan ke berbagai pelosok negeri, merupakan hal yang biasa. Tetapi bepergian seorang diri, adalah sesuatu yang lain. Pada video tersebut, Nico bermonolog untuk menegaskan dirinya yang sedang melakukan solo travelling. Hanya ada ia dan lingkungan sekitarnya yang sepi dan hening. Namun kita tak mendapatkan kesan akan suasana kesepian, melainkan pria yang sedang asyik sendirian. Jauh dari berbagai imaji yang selama ini kita lihat tentang menikmati perjalanan wisata dalam kelompok atau bersama teman-teman dan keluarga. Apakah kita bisa menangkap makna lain dari ini? Sebuah ketegasan terhadap corak alternative tourism - sebuah gelombang turisme yang bersebrangan dengan mass tourism yang biasanya ditandai pada sebuah destinasi dengan kematangan infrastruktur, bersifat masif, serta profit oriented. Dengan sendirian, Nico memberikan kita alternatif cara untuk menikmati sebuah perjalanan yang jauh dari hingar bingar industri pariwisata yang kapitalistik. Kesendirian memberikannya peluang mempererat keintiman dengan alam - pula interaksi dengan masyarakat lokal.

Selain menegaskan karakter independent traveller yang fun dan jauh dari kesan kesepian, kita juga dapat melihat sosoknya yang selama ini lekat mengampanyekan aspek #TourismEthics melalui responsible travelling, yaitu berwisata secara bertanggung jawab, salah satunya dengan tidak merusak apa pun yang ada di destinasi wisata. Penegasan tersebut dapat kita lihat dari bagaimana Nico menikmati lingkungan fisik sekitar: lambaian pada bayang matahari yang mengintip di antara celah pohon, sentuhan pada helai daun, Nico yang berbaring di atas pasir, serta Nico yang berenang secara bebas. Tidak ada sampah dan tidak ada aktivitas selfie atau foto berlebihan yang ditampilkan pada media sosial terhadap ajang pamer yang berlebihan terhadap sebuah lokasi wisata. Sebuah etika yang amat patut diperhatikan oleh mereka yang biasanya dapat menikmati keindahan dan kepolosan destinasi secara apa adanya (taken for granted).

The Getaway yang bisa kita tonton di Qubicle tersebut, bukan hanya menjadi asyik untuk kita nikmati sebagai sajian video pendek yang indah sekaligus menghibur, tapi juga memberikan sebuah hal yang jauh lebih punya makna bagi iklim pariwisata yang bertanggung jawab di negeri ini (sustainable tourism) melalui sebuah perjalanan personal dari seorang Nicholas Saputra yang memberikan kita potret terhadap kesendirian yang bisa jadi begitu menyenangkan dan persahabatan dengan alam yang amat puitik.

Dengan begitu, mungkin kita akan kembali pada motivasi masing-masing dalam melakukan perjalanan wisata. Tapi menarik bagi apa yang diucapkan Nico pada akhir video pendek tersebut. Bahwa dengan menjadi independent and responsible traveller, pada akhirnya ia dapat merengkuh kembali energi dan kreativitas dalam berkarya. Ia bilang “And where I finally recharged!

Silakan cek video pendek Nicholas Saputra berjudul Life VS Screen The Getaway: Nicholas Saputra di Qubicle dan terkoneksi dengan kanal Qubicle lainnya.

Facebook         : Qubicle

Twitter            : @Qubicle_id

Instagram        : @Qubicle_id

Youtube          : https://www.youtube.com/channel/UCXyUiI8vNTrFRzOk77jid7g

***

  • Best Hotels

  • Popular Places

  • Food Lover

  • Desa Wisata

 
 
 
 
 
 
 
 
You are here: Home News Evolving Journey of Nicholas Saputra

Newsletter

Subcribe
1037185
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
442
453
5501
850939
16768
20604