Pulau Buru: The Dark Tourism

“aku mencium angin pantai//asin laut berdebur//mengusap bibir//getaran sepi//melimbur datang bersama//gelombang bergulung//bayangan seragam loreng mata tentara dendam kesumat//bayangan gagang karaben bersambaran di atas kepala//oleh rasa sendir//basah tampuk mataku”

Dikutip dari puisi Hesri Setiawan berjudul Pantai Sanleko (1997)

Read more...

Inovasi Produk bagi Keberlanjutan Kepariwisataan

Inovasi diandaikan sebagai darah kehidupan karena keberadaannya yang penting dan membawa pertumbuhan dan perkembangan, termasuk dalam industri pariwisata.

Read more...

Pariwisata Berkelanjutan dan Pengembangan Pariwisata Bahari

Pariwisata bahari merupakan alternatif pariwisata berkelanjutan, di mana wisatawan diharapkan dapat berpartisipasi langsung mengembangkan konservasi dan memiliki pemahaman mendalam tentang ekosistem lautan dan pesisir.

Read more...

Glamping: Tren yang Merespon Pasar & Konservasi

Pariwisata kian berkembang dan mengalami beragam modifikasi untuk menyesuaikan diri sebagai industri dan kajian yang mengusung kekinian. Bukan hanya hendak mencari peluang bagi potensi pasar, melainkan pula menjawab persoalan zaman. Menarik ketika suatu arus tren dalam beberapa tahun terakhir merambah kaum urban Jakarta: glamping!

Read more...

Menggugat “Eksotisme” pada Program Televisi

Ketika pada awalnya Riyanni Djangkaru, yang berwajah lokal, hadir di televisi membawakan program jalan-jalan dengan tampilan tidak manja, saya berpikir ini adalah alternatif terobosan. Dan benar saja, hal itu pun kemudian mendapat perhatian dan memunculkan tren terhadap program televisi bertema traveling. Tetapi dengan maraknya program serupa saat ini, saya melihat justru ada yang membosankan dengan wajah-wajah presenter tersebut. Perawakan bule atau indo tampaknya kian mendominasi lagi. Makna eksotisme pun seperti kembali mundur ke belakang terhadap sebuah destinasi dan masyarakat lokal dalam pandangan yang lebih mengarah pada “pariwisata modern.”

Read more...

Siapa itu Backpacker?

Di kalangan anak muda, kini penyebutan backpacker tampaknya kian populer dibandingkan wisatawan. Backpacker telah menjadi bagian dari tren dan gaya hidup. Pelekatan pada backpacker adalah murah! Jalan-jalan dengan budget minim. Secara terminologi, backpacker adalah pula wisatawan dalam pengertian melakukan perjalanan ke suatu tempat untuk tujuan dan jangka waktu tertentu (tidak menetap). Tetapi apakah benar backpacker sekadar wisatawan yang berwisata dengan murah? Menarik untuk menelusuri hal ini dengan mempelajari bagaimana backpacker muncul pada awalnya dan menjadi hal yang trendy.

Read more...

Partisipasi Sebagai Kunci Keberlanjutan

Kritik terhadap corak “pariwisata modern” yang didominasi oleh karakter kapitalistik, pembangunan fisik berskala besar, serta cenderung bersifat eksploitatif, telah memunculkan gelombang “pariwisata alternatif” yang terus dikampanyekan dan berkembang secara global pada 3 dekade terakhir. Tuntutan terhadap gerakan pariwisata alternatif adalah jelas sebagai suatu tandingan bagi kian meluasnya laju mass tourism yang terbukti lebih banyak menimbulkan dampak negatif terhadap persoalan ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan, terutama di kawasan dan masyarakat sekitar destinasi pariwisata berada. Bersamaan dengan itu, wacana keberlanjutan pariwisata (sustainable tourism development) seolah menjadi hal yang tak mungkin ditampik lagi.

Read more...

Gay Tourism

Berwisata merupakan hak bagi setiap individu, tak terkecuali kelompok minoritas LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender). Sebagai sebuah industri keramah-tamahan yang sedang berkembang, bisnis pariwisata memang lebih banyak melihat individu maupun kelompok sebagai wisatawan secara umum tanpa membedakan identitas maupun orientasi seksual. Tapi tentu saja ketika kita membicarakan individu LGBT dalam konteks wisatawan, tak berarti menyederhanakan persoalan.

Read more...

Wisata Syariah di Indonesia

Konsep syariah kian marak dan menjdi tren di masyarakat Indonesia, bahkan mereka yang non-muslim pun bisa menerimanya. Kata “syariah” pun semakin lekat pada dunia bisnis sebagai daya tarik dan alat marketing yang cukup manjur di mana-mana. Bagaimana syariah itu sendiri mempengaruhi industri pariwisata? Bagaimana dengan kemunculan wisata syariah sebagai corak baru dalam wisata religi?

Read more...

Pro-Poor Tourism Terhadap Kota Tua Jakarta

“Tambang emas baru,” begitulah sebutan Gubernur Ali Sadikin (1966-1977) terhadap Kota Tua sebagai warisan sejarah kolonialisme. Ali Sadikin memiliki cita-cita menjadikan Jakarta sebagai kota tujuan dan pusat pertumbuhan wisata. Ia adalah pionir di Asia dengan visi konservasi dan pariwisata. Selain alasan meningkatkan aspek ekonomi parwisata, pelestarian diperlukan karena nilai historis dan estetis pada banyak bangunan tua yang menyimpan kehidupan Batavia abad ke-18.

Read more...

Pengembangan Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagai buah dari usaha ekonomi nasional yang mandiri, maka mengembangkan industri pariwisata beserta industri kreatifnya merupakan suatu keharusan di masa skarang. Pengembangan industri ini sangat dimungkinkan mengingat begitu kayanya Indonesia dengan banyaknya ragam pesona, mulai dari alam, sejarah, hingga budaya.

Read more...

  • Best Hotels

  • Popular Places

  • Food Lover

  • Desa Wisata

 
 
 
 
 
 
 
 
You are here: Home Tourism Studies

Newsletter

Subcribe
1037229
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
486
453
5545
850939
16812
20604