Nirwana dan Sakralitas Bromo Tengger Semeru

Teks oleh Roni Khoiron

Foto oleh www.alfansai.devianart.com dan Puji Rahayu

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau disingkat TNBTS adalah lebih dari sekedar area konservasi taman nasional, melainkan kawasan yang menyimpan begitu banyak pesona alam dan keajaibannya. Gunung Bromo dengan lautan pasirnya, konon menjadi satu-satunya di dunia. Puncak Mahameru yang selalu berasap adalah inspirasi dari beragam mitologi tentang misteri leluhur. Ditambah lagi dengan hutan yang menyimpan kekayaan keanekaragaman hayati, danau-danau, dan berbagai air terjun yang dingin dan berkabut, serta kehidupan Suku Tengger yang melihat kawasan pegunungan ini sebagai lokasi sakral, maka semakin menguatkan TNBTS ibarat percikan surga yang terhampar di bumi Jawa.

TNBTS terletak di Provinsi Jawa Timur dengan luas mencapai 50.276 ha yang tersebar di 4 kabupaten, yaitu Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang. Kawasan ini telah ditetapkan sebagai taman nasional sejak tahun 1982. TNBTS adalah rumah bagi lebih dari 137 jenis burung, 22 jenis mamalia, 4 jenis reptil, ribuan jenis tumbuhan, serta hewan-hewan hutan tropis yang diambang kepunahan, seperti luwak, kera ekor panjang, kijang, ayam hutan merah, dan banyak lagi. Keunikannya terletak pada tipe ekosistem sub-montana, montana, dan sub-alpin dengan pepohonan besar yang berusia ratusan tahun. Taman nasional ini merupakan satu-satunya kawasan konservasi di Indonesia yang memiliki lautan pasir seluas 5.250 hektar pada ketinggian ± 2.100 meter dpl. Pada bentangan area berpasir hitam vulkanik ini ditemukan 7 pusat letusan dalam dua jalur yang saling menyilang, yaitu dari timur-barat dan timur laut-barat daya. Dari timur laut-barat daya inilah muncul Gunung Bromo yang termasuk gunung api aktif yang sewaktu-waktu dapat mengeluarkan asap letusan. Gunung ini juga mempunyai kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat), sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah.

Kami begitu takjub dengan kehidupan Suku Tengger. Meski tinggal di daerah yang rentan bencana, mereka sama sekali tak memiliki kekhawatiran dengan gunung-gunung yang mengelilingi desa-desa. Dengan kegigihan bekerja keras, masyarakat yang didominasi Hindu ini selalu tekun bertani di hamparan tanah yang subur dan juga bersembahyang. Tak heran ada banyak pura serupa candi dan berbagai tempat sakral di mana terdapat sesaji berupa bunga dan lauk-pauk. Menurut legenda, Suku Tengger berasal dari kerajaan Majapahit yang melarikan diri dari kejaran tentara Demak.

Setiap tahun saat bulan purnama (biasanya pada bulan Juni-Agustus), Suku Tengger menyelenggarakan ritual Upacara Kasodo. Melalui upacara tersebut, mereka memohon panen yang berlimpah atau meminta tolak bala dan kesembuhan atas berbagai penyakit dengan cara yang tidak biasa dan sangat berbahaya. Puncak ritual Kasodo dilakukan dengan melemparkan sesaji ke Kawah Bromo, sementara lereng-lereng di dalam kawah, banyak orang bersiap untuk menangkap dan mengambil sesaji tersebut. Perebutan sesaji merupakan atraksi yang sangat menarik dan menantang, sekaligus mengerikan sebab bukan tidak mungkin di antara mereka bisa jatuh ke dalam kawah.

Gunung Bromo masih menjadi andalan daya tarik wisata para backpacker domestik dan mancanegara. Sebagai destinasi utama Jawa Timur, setiap tahunnya area Gunung Bromo menerima ratusan ribu kunjungan wisatawan. Selain Gunung Bromo, TNBTS masih menyimpan puluhan potensi wisata yang perlu dikembangkan, mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata minat khusus, sampai pada wisata agro.

Rasanya tak perlu banyak bermain metafor untuk menuliskan keindahan alam TNBTS. Maka, kami merangkum berbagai atraksi yang kami rekomendasikan untuk dikunjungi. Yang menarik, bukan hanya destinasi utama Bromo, tetapi juga berbagai tempat-tempat yang akan kamu lewati ketika melakukan perjalanan menuju TNBS maupun selama berada di kawasan taman nasional tersebut. Tentu saja, tak ada jalan pintas menuju surga. Silakan klik panduan di bawah ini untuk informasi lebih lengkap tentang titik-titik perhentian, akses transportasi, penginapan, hingga biaya yang diperlukan. Selamat berwisata!

To See

Kawah Bromo

Pengunjung bisa menyaksikan kepulan asap Kawah Bromo dari bibir kawah. Untuk naik ke puncak, terdapat 250 anak tangga yang harus dilalui dengan kemiringan cukup curam atau kalau mau sedikit ekstrem bisa juga menyusuri lereng-lerengnya yang terjal. Tidak jauh dari Bromo terdapat Gunung Batok dengan sulur-sulur di lerengnya yang unik. Saat musim kemarau, lerengnya akan mengering, tapi saat musim hujan terlihat hijau segar. Di kaki Gunung Batok terdapat sumber air keramat yang airnya digunakan dalam ritual Kasodo. Sekitar 500 meter dari kaki Gunung Bromo berdiri Pura Agung Ponten dengan latar gunung yang perkasa, digunakan hanya untuk ritual khusus seperti Kasodo.

Cemorolawang

Salah satu pintu masuk taman nasional yang banyak dikunjungi untuk melihat dari kejauhan hamparan lautan pasir dan kawah Bromo, serta berkemah. Lokasi ini adalah desa dengan titik terdekat ke Gunung Bromo. Pintu masuk inilah yang menjadi favorit karena menghadirkan view hamparan lautan pasir dan kawah. Selain berkemah, di sini terdapat banyak penginapan/hotel, rumah singgah, restoran, toko cinderamata, bahkan penyewaan jaket, kuda, dan mobil.

Pasir Berbisik

Matahari terbit adalah atraksi yang paling ditunggu. Sebelum sampai di kawah, kamu akan terlebih dulu menyebrangi Lautan Pasir Tengger yang dikelilingi tebing-tebing terjal. Kawasan ini juga dikenal sebagai “Pasir Berbisik” karen begitu angin menerpa, pasir akan terhempas dan menimbulkan suara gemerisik seperti hendak berbisik. Pagi hari, kondisi penuh dengan kabut yang berangsur hilang menjelang siang, namun kembali muncul di sore hari. Kaldera Bromo memiliki luas hampir 5 ribu ha inilah yang menambah keindahan sekeliling Gunung Bromo. Kamu harus berkuda atau menggunakan mobil untuk melewati kawasan ini. Sesampainya di Gunung Bromo, kamu akan menemukan pura yang biasa digunakan untuk ritual Upacara Kasodo. Sementara Gunung Bromo adalah gunung aktif yang kawahnya dapat disaksikan langsung dengan menaiki 250 anak tangga yang tersedia.

Pananjakan

Selain panorama alam Gunung Bromo, Gunung Batok, dan Gunung Semeru, di Pananjakan kamu juga bisa menyaksikan hamparan lautan pasir. Pananjakan merupakan titik tertinggi di sekitar Bromo yang dapat dicapai melalui Cemorolawang di Probolinggo maupun Desa Tosari di Pasuruan. Di sini adalah salah satu tempat terbaik untuk menikmati sunrise di Indonesia. Menikmati matahari terbit di Pananjakan dimulai sekitar jam 2 pagi. Kamu juga bisa menikmati sunrise melalui Seruni Point yang terletak di sebelah timur lautan pasir di Desa Cemorolawang, Kab. Probolinggo.

Ranu Regulo, Ranu Pane, Ranu Kumbolo, dan Ranu Darungan

Danau-danau yang sangat dingin dan selalu berkabut (± 2.200 mdpl.) sering digunakan sebagai tempat transit pendaki Gunung Semeru (3.676 mdpl.). Ranu Pane (1 ha) adalah yang pertama dilewati. Di sini terdapat arboretrum untuk wisata jelajah hutan buatan. Danau ini terletak dekat basecamp pendakian di Desa Ranu Pane, di sinilah mayoritas penduduk Suku Tengger tinggal. Ranu Regulo (0,75 ha) adalah yang berikutnya. Airnya sangat jernih dan bisa diminum langsung, sehingga menjadi kesempatan bagi pendaki untuk mengisi perbekalan air di sini. Berjalan sedikit lagi, kamu akan menemukan Ranu Kumbolo, danau terbesar di TNBTS. Di sekitar danau ini biasanya para pendaki mendirikan tenda dan bermalam. Dari sini, Puncak Mahameru sudah dekat. Pada pagi hari suhu bisa mencapai nol derajat yang membuat embun menjadi es. Alternatif lain untuk berkemah, adalah Ranu Darungan tapi sekarang sudah mengalami pendangkalan dan airnya habis.

Air Terjun Madakaripura

Wisata air terjun dengan pemandangan alam yang memukau, terletak di jalur menuju Bromo bagi mereka yang melalui Probolinggo, berjarak 6 km dari Kaldera Tengger. Air Terjun Madakaripura menyimpan misteri sebagai tempat moksa Mahapatih Majapahit Gajah Mada. Air terjun setinggi 200 meter ini tersembunyi dalam sebuah lorong terbuka yang unik. Jalan setapak menuju air terjun adalah sebuah lorong yang diapit oleh tebing-tebing yang tinggi. Di ujungnya adalah kumpulan air terjun yang menutup jalan setapak tersebut. Tiga air terjun mengucur deras membentuk air terjun besar dan beberapa air terjun yang menetes di tebing-tebing yang berlumut hijau. Biaya retribusi hanya Rp 5.000.

Air Terjun Coban Pelangi, Coban Trisula, Candi, dan Desa Wisata Poncokusumo

Objek wisata ini dapat Anda temukan di jalur barat dari Kab. Malang. Poncokusumo merupakan agrowisata penghasil buah apel terbesar di Jawa Timur. Pemandangan di desa ini begitu memukau. Jika punya banyak waktu sempatkanlah menginap. Kamu akan merasakan sensasi yang unik bergaul dengan penduduk setempat sembari menikmati keindahan alam desa. Ada banyak homestay tersedia. Perhentian wisata yang sangat sayang dilewatkan melalui rute ini, adalah Candi Kidal, Candi Jajaghu, Air Terjun Coban Trisula, dan Air Terjun Coban Pelangi. Beberapa kilometer setelah melewati rest area Poncokusumo, tepatnya di desa Gubuk Klakah, pengunjung akan menemukan papan penunjuk untuk memasuki kawasan wisata Air Terjun Coban Pelangi. Sebenarnya di desa Gubuk Klakah terdapat empat air terjun selain Coban Pelangi. Jika letak Coban Pelangi tidak jauh dari jalan utama (sekitar 2 km) menunju TNBTS, maka Coban Trisula terletak lebih jauh dengan jalan yang lebih sempit dan sulit. Coban Trisula merupakan gabungan dari tiga air terjun bertingkat dengan jarak yang berjauhan. Meskipun medan sulit, rasa lelah akan terbayar dengan suasana hutan dan sungai yang masih alami.

Puncak Mahameru

Merupakan puncak tertinggi di Pulau Jawa. Dari sini, kamu bisa melihat samar-samar garis pantai laut selatan yang dramatis. Setiap saat kawahnya mengepulkan asap belerang yang pekat, menandakan bahwa Gunung Semeru masih sangat aktif. Namun, kamu harus bersama pendaki profesional jika ingin menikmati atmosfir berdiri di kahyangan ini. Dibutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit untuk mencapainya (sekitar 18 jam berjalan kaki dari Ranu Pane). Perhatikan soal waktu untuk bisa sampai sebelum jam 10 pagi karena setelahnya akan menyembul asap beracun. Selama perjalanan, pendaki akan bertemu dengan tempat-tempat unik dan petilasan peninggalan Majapahit, seperti Prasasti Arcopodo, Tanjakan Cinta yang melegenda dengan mitos sepasang kekasih yang akan putus jika menaiki tanjakan ini dengan menoleh ke belakang. Ada juga Oro-oro Ombo sebuah padang rumput luas yang akan berubah menjadi danau saat musim hujan. Pendakian Semeru sekarang jumlahnya dibatasi dan hanya bisa di-booking melalui website www.bromotenggersemeru.com.

Savanah Tengger

Savanah Tengger adalah vegetasi yang kontras dengan lautan pasir. Walaupun sama-sama berada di Kaldera Tengger, tapi ekosistemnya berbeda. Lautan Pasir hanya berisi pasir tanpa pernah bisa ada satu tanaman yang tumbuh, sementara Savanah Tengger berlimpah akan tanaman semak, seperti rumput dan paku. Ini karena letak Savanah Tengger yang berjauhan dengan Kawah Bromo. Saat terbaik mengunjungi Savanah Tengger adalah saat musim hujan bulan Desember-Mei. Selain Bukit Teletubbies, ada juga spot Blok Adasan yang pada musim hujan, dipenuhi tanaman adas yang menguning dan berbau harum khas rempah-rempah.

Upacara Kasodo

Ritual Kasodo diadakan setiap tahun pada akhir bulan Kasodo di penanggalan suku Tengger, biasanya jatuh bulan Juni-Agustus. Kasodo merupakan ritual utama Suku Tengger yang bermakna ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan dan limpahan rezeki setiap tahunnya. Prosesi Kasodo berlangsung selama 2 hari dan puncak ritual terjadi di Kawah Bromo. Penduduk akan melempar sesaji ke dalam kawah, berupa hewan ternak dan hasil bumi. Pemandangan ironis, terlihat di dalam bibir kawah di mana telah menunggu puluhan orang berebut sesaji tersebut. Sebelum sesaji diarak ke puncak Kawah Bromo, terdapat ritual pembacaan mantra di Pura Agung Ponten.

Get There

Starting point utama dapat melalui Surabaya dan Malang menggunakan pesawat, kereta api, maupun bus dari Jakarta atau kota besar lainnya di Indonesia.

Terdapat 4 pintu masuk TNBTS, antara lain Kota Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang dengan batas-batas wilayah administrasi sebagai berikut:

  • Sebelah barat: Kab. Malang meliputi 5 wilayah kecamatan, antara lain Tirtoyudo, Wajak, Poncokusumo, Tumpang, dan Jabung.
  • Sebelah timur: Kab. Probolinggo, meliputi Kec. Sumber dan Kab. Lumajang wilayah Kec. Gucialit, Senduro.
  • Sebelah utara: Kab. Pasuruan wilayah Kec. Tutur, Tosari, dan Puspo, lalu Kab. Probolinggo wilayah Kec. Lumbang dan Sukapura.
  • Sebelah selatan: Kab. Malang, antara lain Kec. Ampelgading dan Tirtoyudo, serta Kab. Lumajang wilayah Kec. Pronojiwo dan Candipuro.

Dari keempat pintu tersebut, paling sering dilewati adalah pintu sebelah utara karena memiliki kondisi jalan yang bagus, sehingga memudahkan wisatawan mengunjungi TNBTS lebih cepat dan aman. Pintu sebelah barat juga merupakan jalur favorit, terutama bagi para pendaki yang ingin menaiki Puncak Mahameru.  Di Kota Malang sudah dibuka penerbangan langsung ke Jakarta setiap hari: 5 kali oleh Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air.

Sesampainya di 4 pintu utama (Probolinggo, Malang, Pasuruan, dan Lumajang), pengunjung diharuskan berganti dengan menyewa jeep hardtop di desa-desa terdekat. Setiap jalur mempunyai keunikan masing-masing. Jalur yang umum bagi wisatawan memang jalur yang melalui Probolinggo dan Pasuruan karena lebih dekat ke Gunung Bromo sebagai magnet utama TNBTS. Namun, jika ingin menikmati pesona lain TNBTS selain Bromo, bisa melewati jalur Malang dan Lumajang yang dihiasi keindahan dan kemegahan Gunung Semeru. Berikut adalah jalur-jalur terbaik yang bisa dilalui untuk memasuki keempat pintu utama tersebut:

Surabaya-Pasuruan-Probolinggo-Sukapura-Ngadisari-Cemorolawang

Jalur ini dapat ditempuh sekitar 2 jam perjalanan. Jika menggunakan angkutan umum, diawali dari Terminal Purabaya (Bungurasih), Surabaya menuju Terminal Bayuangga, Probolinggo. Dari terminal Bayuangga perjalanan dilanjutkan dengan mikrolet (elf) menuju Cemorolawang. Menjelang sore hari, mikrolet sudah tidak beroperasi, kecuali menyewanya secara khusus (charter). Mobil biasanya banyak parkir di luar terminal. Melalui jalur ini, spot wisata terdekat adalah Air Terjun Madakaripura, Lautan Pasir, Seruni Point, dan Gunung Bromo.

Surabaya-Pasuruan-Tosari-Wonokitri

Jalur ini dapat ditempuh selama kurang lebih 1.5 jam. Tidak tersedia angkutan umum. Satu-satunya cara adalah dengan men-charter mobil pribadi dari Surabaya. Melalui jalur ini, spot wisata terdekat adalah Gunung Pananjakan.

Malang-Tumpang-Ngadas-Jemplang-Bromo

Jalur ini dapat ditempuh dalam waktu 1,5-2 jam. Jika menggunakan angkutan umum dapat dimulai dari Terminal Arjosari, Malang menuju Tumpang. Dari Tumpang dilanjutkan dengan sewa jeep hardtop untuk membelah hutan di Lereng Semeru. Lebih dari separuh perjalanan harus ditempuh dengan jeep. Melalui jalur ini, spot wisata terdekat adalah Desa Wisata Poncokusumo, Candi Jajaghu, Candi Kidal, Air Terjun Coban Pelangi, Air Terjun Coban Trisula, Desa Wisata Ngadas, Ranu Pane, dan Savanah Tengger.

Malang-Purwodadi-Nongkojajar-Tosari-Wonokitri

Jalur ini dapat ditempuh selama kurang lebih 2 jam perjalanan. Tidak tersedia angkutan umum. Satu-satunya cara adalah dengan men-charter mobil pribadi dari Malang. Melalui jalur ini, spot wisata terdekat adalah Gunung Pananjakan.

To Stay

Tempat menginap terdapat di desa-desa sekitar, meliputi Cemorolawang dan Sukapura di Probolinggo, Tosari dan Wonokitri di Pasuruan, Ngadas dan Tumpang di Malang, serta Ranu Pane di Lumajang. Umumnya penginapan berupa rumah penduduk (homestay) dengan tarif beragam tergantung dari fasilitas (kamar mandi dalam, televisi, air hangat, dan sarapan), mulai dari Rp 50 sampai Rp 300 ribu.

Sedangkan penginapan berupa hotel hanya terdapat di Tosari, Wonokitri, Cemorolawang, dan Sukapura. Keempat desa tersebut menjadi yang paling ramai karena letaknya dekat dengan Gunung Bromo. Daftar hotel di 4 desa tersebut, yaitu Java Banana Lodge (0335-541 193), Café Lava Hotel (0335-541 020), Yoschi Hotel (0813 3636 5438), Bromo Permai (0335-541021), Bromo Cottages (0343-571 222), dan Lava View Lodge (0335-541 009). Hotel berbintang yang menawarkan view terbaik dari tebing yang mengelilingi Kaldera Tengger adalah Java Banana, Lava View Lodge, dan Bromo Permai.

Kami juga merekomendasikan untuk mencari penginapan di Kota Malang. Selain memiliki lebih banyak variasi dan fasilitas penunjang terlengkap, kota tersebut memiliki begitu banyak atraksi yang menarik, mulai dari city tour berhiaskan bangunan kolonial, kuliner, sampai mencari oleh-oleh seperti manisan atau keripik buah. Jarak tempuh Malang-TNBTS sekitar 1-1,5 jam.

To Do

Saat berada di TNBTS, kegiatan terbaik tentu saja menikmati hawa sejuk dan pemandangan pegunungan dengan berbagai cara, yaitu berkuda di lautan pasir, berkeliling dengan jeep hardtop ke Savana Tengger, atau berjalan kaki di desa wisata Cemorolawang dan Sukapura di Kab. Probolinggo, Wonokitri dan Tosari di Kab. Pasuruan, Ranu Pane di Kab. Lumajang, atau Ngadas di Kab. Malang.

Jangan lewatkan pula momen pengambilan foto. Untuk mengambil gambar lautan pasir, Gunung Bromo, dan Gunung Semeru dengan landscape berjajar, tempat terbaik adalah di Pananjakan.

Jika menginap di Java Banana Lodge, pengunjung bisa melihat galeri lukisan dan patung di dalam kawasan hotel. Di pelataran hotel ini setiap tahunnya diadakan konser musik “Jazz Gunung.”

To Eat

Tidak ada kuliner khas yang bisa dinikmati di kawasan ini. Umumnya, warung-warung hanya menjual makanan ringan, seperti gorengan dan mi instan. Tapi jika ingin berburu kuliner lokal dengan sabar dan teliti, sebenarnya Suku Tengger mempunyai hidangan khas nasi aron, yaitu nasi berbahan dasar jagung dengan lauk ikan asin, tempe, dan sayur daun ranti. Nasi ini jarang dijual di warung dan biasanya hanya bisa didapatkan jika menginap di rumah penduduk. Coba datang ke desa Seruni, di sini nasi aron kadang dijual dalam jumlah banyak untuk 4 orang seharga 100 ribu rupiah.

Quick Tips

Saat Terbaik Berkunjung

Sebagai atraksi geotourism, kunjungan ke TBNTS sangat bergantung pada cuaca. Musim kunjungan terbaik jatuh pada bulan Juni-Oktober dan Desember-Januari. Persiapkan baju hangat karena temperatur udara di sana mencapai 3°-20°C dan curah hujan rata-rata 6.600 mm/tahun.

Untuk informasi lebih lanjut tentang waktu kunjungan dan perizinan, bisa menghubungi Balai Besar Taman Nasional UPT TNBTS di Jl. Raden Intan No. 6 PO B0X 54, Malang, Jawa Timur (0341-41828).

Berapa Biayanya?

Berapa uang yang harus dikeluarkan untuk menikmati ini semua? Itu tergantung dari budget kamu. Perjalanan akan jauh lebih murah jika dilakukan secara berkelompok untuk sharing transportasi dan penginapan. Berikut ini biaya-biaya yang akan dikeluarkan:

  • Retribusi wisata/karcis masuk TNBTS sebesar Rp 2.500.
  • Naik kuda dari Lautan Pasir hingga Kawah Bromo sekitar Rp 100 sampai Rp 150 ribu.
  • Ongkos sewa jeep hardtop (dapat diisi oleh 4-6 orang), dengan rute Wonokitri-Pananjakan-Lautan Pasir-Kawah Bromo-Savannah Tengger-Wonokitri sebesar Rp 500 ribu, Tumpang-Ngadas-Savannah Tengger-Lautan Pasir-Kawah Bromo-Pananjakan-Tumpang sebesar Rp 700 ribu, dan Cemorolawang-Lautan Pasir-Kawah Bromo-Pananjakan-Savanah Tengger-Cemorolawang Rp 400 ribu.

Do & Don't

  • Bawalah jaket tebal, senter dan penutup kepala karena udara sangat dingin. Senter dibutuhkan saat pagi buta yang gelap menuju Pananjakan.
  • Berangkatlah lebih pagi untuk ke Pananjakan agar mendapatkan tempat parkir yang dekat, sehingga tidak perlu jauh berjalan kaki lagi. Antrian parkir bisa mencapai 1-2 kilometer dengan jalan yang menanjak.
  • Hafalkan nomor jeep atau kalau perlu minta nomor HP pengemudinya agar saat turun dari Pananjakan tak perlu lagi mencari-cari di antara ratusan jeep yang parkir.
  • Siapkan stamina saat mendaki Kawah Bromo karena 250 anak tangganya lumayan curam. Ketika sampai di bibir kawah gunakan masker untuk terhindar dari asap belerang.
  • Di Pananjakan dan Lautan Pasir yang berdekatan dengan Pura Ponten dan Kawah Bromo terdapat toilet umum, tapi di Savannah Tengger tidak ada.
  • Tetaplah menjadi wisatawan yang bertanggung jawab dengan tidak membuang sampah sembarangan apalagi di dalam kawasan konservasi.

Comments  

 
#8 Jejak Wisata 2014-06-11 03:41
Buat Tommy: Tahun ini Yadnya Kasodo jatuh pada tanggal 11-12 Agustus 2014. Datang yaaa...
 
 
#7 tommy 2014-02-15 15:26
Mau nanya gan,ritual kasodonya jatuh pada tanggal berapa ya?
Pengen lihat langsung nih...tolong infonya ya gan....makasih
 
 
#6 husen 2013-09-09 18:39
min, koq email booking ane yg tgl 8 sptembr 2013 blm ada balesan bisa ngedaki atau nggak nya, ane mau ksana tgl 12 nya,,tolong konfirmasi segera ya,udah mepet nih
 
 
#5 Jejak Wisata 2012-02-09 00:30
@Jojo: dari stasiun Malang Anda bisa menuju terminal Arjosari terus bisa pilih lewat jalur Tumpang atau Pasuruan. Ijin bisa didapatkan di kantor Taman Nasional Bromo Tengger Semeru di Tumpang ataupun Malang. Untuk lebih jelasnya coba kunjungi Facebook Page: Bromo Tengger Semeru National Park.
 
 
#4 Jojo 2012-02-08 20:21
min, anee mau kesan minggu" ini .. kira" klo dari stasiun malang rute ny lewat mana ajaa ?? dan naek apa yg enak ??
buat ng-camp di bromo ny bikin perizinan ny dimana ??
 
 
#3 wina 2011-01-12 10:51
buat tmn2 yang suka travelling wajib bgt dateng kesini, disamping tempatnya yang oke bgt, biaya untuk kesana pun bisa dengan dana yang ga perlu ngerogoh kocek terlalu banyak,,

bulan oktober 2010 aq dateng kesana dari jakarta hanya dengan modal 500 rb (pp) selama 5 hari,,,,emang seh ga dengan perjalanan yang lumayan melelahkan dan tidak terlalu nyaman karena harus dengan transportasi sejuta umat... heheheh,
 
 
#2 Nurdiyansah Dalidjo 2011-01-12 08:09
terima kasih wina untuk komentarnya.
TNBTS memang memiliki banyak spot dan keindahan lain yang tidak akan cukup dengan hanya dikunjungi sekali, apalagi untuk datang di lain kesempatan mungkin akan mendapatkan suasana dan pengalaman berbeda, jadi selamat berkunjung lagi ke TNBTS ;)
 
 
#1 wina 2011-01-12 08:03
eksotisme TN-BTS mnrt ku ngga ada tandingannya,,, pengalaman datang kesana membuat aq lebih tidak puas dan berhasrat untuk menjelajahi lebih dalam dari sisi2 lain TN-BTS... membaca arikel ini ternyata masih begitu banyak pilihan angel keindahan TN-BTS, bikin aq ingin ballik lagi kesana,,,,,, moga bromo mulai membaik lagi... aq rindu berenang di kalderamu,,, menghirup segar nya tiupan angin semeru mu,,,,,,
 
  • Best Hotels

  • Popular Places

  • Food Lover

  • Desa Wisata

 
 
 
 
 
 
 
 
You are here: Home Your Destination Destination and Attraction Slideshow Nirwana dan Sakralitas Bromo Tengger Semeru

Newsletter

Subcribe
1037203
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
460
453
5519
850939
16786
20604